Cerita Unik marshal Tour d'Indonesia 2019

CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 05:55 WIB
Cerita Unik marshal Tour d'Indonesia 2019 Marshal memiliki sejumlah cerita menarik di Tour d'Indonesia 2019. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Marshal punya peranan penting dalam sebuah ajang balap sepeda khususnya road race, salah satunya Tour d'Indonesia 2019.

Kesuksesan balapan tanpa kecelakaan salah satunya berkat peran marshal. Marshal memiliki tugas mulai dari membuka jalan, mengamankan pebalap, hingga sebagai sweeper atau rombongan terakhir yang menyisir pebalap.

Tour d'Indonesia 2019 menggunakan jasa 38 marshal yang menggunakan sepeda motor dan dibagi tiga bagian. Pertama, marshal yang memberi tanda bahwa pebalap bakal segera melewati sebuah jalur, marshal hazard yang pembuka jalan bagi pebalap, serta marshal yang bertugas menyisir jalan di urutan paling belakang. Meski terlihat mudah, tapi pekerjaan marshal penuh risiko.


"Kami berasal dari klub motor yang sama tapi daerah berbeda. Ada yang dari Sumatra, Jakarta, Bali, Kalimantan, sampai Ambon. Kami memang sudah biasa tur keliling Indonesia," ujar Al Ibrahim, salah satu marshal, jelang start etape ketiga di kawasan Batu, Rabu (21/8).

Perlengkapan wajib marshal saat menjaga perjalanan para pebalap mulai dari start sampai garis finis bukan hanya helm sesuai standar. Tapi juga pelindung tubuh serta alat komunikasi untuk mempermudah koordinasi baik sesama marshal maupun dengan panitia penyelenggara.

Al mengatakan sebelum mengamankan orang lain, marshal harus memastikan keamanan diri sendiri, termasuk motor sebagai alat kerja utama mereka.

Hal itu dilakukan guna menghindari kecelakaan yang bisa dialami marshal. Di etape ketiga sendiri yang menyambungkan Batu dengan Jember sempat terjadi kecelakaan yang menimpa marshal.

Menjadi marshal Tour d'Indonesia 2019 bisa menjadi penyaluran hobi tur pelakunya.Menjadi marshal Tour d'Indonesia 2019 bisa menjadi penyaluran hobi tur pelakunya. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Seorang marshal diketahui terserempet truk yang melintas saat tengah mengamankan perjalanan pebalap. Motor marshal tersebut rusak parah dan harus diangkut naik ke atas truk penyisir. Sang marshal pun harus diangkut harus dibonceng motor lain karena tidak bisa melanjutkan tugasnya.

Kendati memiliki tugas berat, menjadi marshal memberikan kenikmatan tersendiri bagi pelakunya. Hal itu dibuktikan Al dan teman-temannya yang beberapa kali 'mengawal' event balap sepeda.

Di samping mengamankan balapan, menjadi marshal juga bisa menyalurkan hobi jalan-jalan secara gratis. Menurut Al, saat tur dia harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Sementara ketika jadi marshal, selain bisa jalan-jalan ia juga mendapat bayaran dari panitia.

Marshal lain, Ilyas Ion, yang baru pertama kali terjun di acara balap sepeda mendapat pengalaman lain yang diakuinya tidak akan pernah dilupakan.

"Satu kata buat jadi marshal itu seru. Ini kali pertama saya ikut jadi marshal di tur balap sepeda. Jalannya lebih aman dan punya waktu istirahat yang cukup dibanding kalau kita tur," tutur Ilyas. (TTF/ptr)