Suporter Diserang Pendukung Indonesia, Malaysia Lapor FIFA

CNN Indonesia | Jumat, 06/09/2019 08:20 WIB
Suporter Diserang Pendukung Indonesia, Malaysia Lapor FIFA Kerusuhan terjadi di laga Indonesia vs Malaysia. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq mengatakan pihaknya berencana melaporkan tindakan suporter Indonesia yang menyerang pendukung Harimau Malaya pada pertandingan Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/9).

Kericuhan terjadi di pengujung laga Indonesia vs Malaysia. Sejumlah oknum suporter Indonesia berusaha menghampiri dan menyerang pendukung Malaysia ketika tim Garuda tertinggal 2-3.

Sejumlah pendukung Malaysia dikabarkan mengalami luka-luka setelah menjadi korban pelemparan. Ratusan pendukung Malaysia kemudian baru bisa meninggalkan GBK pada Jumat (6/9) dini hari WIB.


Kondisi itu membuat Saddiq kecewa. Menpora berusia 26 itu mengatakan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akan melaporkan tindakan suporter Indonesia ke FIFA.

[Gambas:Instagram]
"Tadi saya bersama pendukung Harimau Malaya menyaksikan pertandingan kualifikasi Piala Dunia di Stadion Gelora Bung Karno. Besi, botol, suar dilempar ke arah kami beberapa kali. Ada juga pendukung Indonesia yang coba masuk ke tribune Malaysia dan pertandingan terpaksa dihentikan seketika," tulis Saddiq melalui Instagram.

"Saya mendapat kabar dari FAM bahwa mereka akan membuat laporan resmi kepada FIFA. Saya juga akan membuat laporan resmi ke pemerintah Indonesia dan rekan sejawat. Tindakan kekerasan tidak dibenarkan dalam bentuk apapun. Keselamatan pemain dan pendukung Malaysia adalah prioritas saya," sambung Saddiq.

[Gambas:Video CNN]
Saddiq sempat mendampingi suporter Malaysia yang tertahan di dalam GBK usai pertandingan. Saddiq menganggap insiden kerusuhan di GBK menyedihkan.

"Kejadian ini amat menyedihkan buat industri sepak bola yang seharusnya menjadi medium pemersatu. Saya berjanji akan menuntut keadilan bagi rakyat Malaysia," tulis Saddiq. (har/har)