PBSI Menyayangkan Audisi PB Djarum Dihentikan

CNN Indonesia | Minggu, 08/09/2019 13:09 WIB
PBSI Menyayangkan Audisi PB Djarum Dihentikan Sekjen PBSI Achmad Budiharto menyayangkan dihentikannya audisi PB Djarum. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- PBSI menyayangkan keputusan Djarum Foundation yang menghentikan audisi umum PB Djarum mulai 2020. Sekjen PBSI Achmad Budiharto menganggap audisi PB Djarum bukan sekadar ajang pencarian bibit berbakat.

Achmad yang hadir di Purwokerto untuk menghadiri audisi PB Djarum 2019, 8-10 September 2019, mengaku terkejut dengan keputusan dihentikannya audisi mulai tahun depan.

"Masalah ini tragis. Jujur di awal saya datang ke Purwokerto ini dengan berbunga-bunga, karena saya pikir masalah audisi ini sudah menemukan jalan keluar," ujar Achmad dikutip dari situs resmi PB Djarum.


"Terakhir saya mendapatkan surat yang isinya bahwa audisi umum tetap berjalan, karena ini menjadi salah satu cara atau metode bagaimana bulutangkis Indonesia bisa terus konsisten menjaga re-generasi," sambung Achmad.

Audisi PB Djarum dihentikan mulai 2020.Audisi PB Djarum dihentikan mulai 2020. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
Lebih lanjut Achmad mengatakan bulutangkis Indonesia sangat terbantu dengan kegiatan audisi PB Djarum. Terlebih banyak atlet PB Djarum yang masuk pelatnas PBSI.

[Gambas:Video CNN]
"PB Djarum sejauh ini menjadi klub yang paling berkontribusi besar menyumbang atlet hebat ke Pelatnas. Bahkan saat ini lebih dari 50 persen pemain Pelatnas adalah atlet PB Djarum," ucap Achmad.

Achmad menganggap audisi PB Djarum yang sudah berlangsung sejak 2006 tak hanya sekedar mencari bibit atlet muda badminton.

"Audisi umum ini tidak hanya mencari bibit bulu tangkis saja, tetapi juga memasarkan bulu tangkis ke seluruh penjuru tanah air. Dan ini memberikan kesempatan bagi pemain daerah, karena tidak semua atlet daerah mempunyai orang tua yang mampu mengantar anaknya ke Pulau Jawa, untuk berlatih bulutangkis, demi mengejar mimpinya menjadi atlet bulutangkis andal," ujar Achmad. (har/jun)