GSP Nilai Ferguson Layak Lawan Khabib di UFC

CNN Indonesia | Senin, 16/09/2019 10:04 WIB
GSP Nilai Ferguson Layak Lawan Khabib di UFC Tony Ferguson dinilai lawan yang pantas untuk Khabib Nurmagomedov. (Kirill KUDRYAVTSEV / A)FP
Jakarta, CNN Indonesia -- Petarung veteran Georges St-Pierre (GSP) menilai Tony Ferguson layak menjadi lawan Khabib Nurmagomedov di pertarungan UFC.

Khabib sebelumnya sukses mengalahkan Dustin Poirier di ronde tiga pada UFC 242 di Pulau Yas Arena, 7 September.

Usai pertarungan itu, sejumlah nama digadang-gadang menjadi lawan Khabib. Selain Ferguson, GSP juga masuk dalam bursa calon lawan Khabib.


Pertarungannya lawan Khabib bahkan dinilai sejumlah pihak bakal lebih laku ketimbang melawan Ferguson.

Tony Ferguson digadang-gadang bakal jadi lawan Khabib Nurmagomedov di UFC. (Tony Ferguson digadang-gadang bakal jadi lawan Khabib Nurmagomedov di UFC. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)
Presiden UFC Dana White pernah mengatakan Ferguson menjadi calon lawan prioritas Khabib. Jika petarung Amerika Serikat itu menolak, Conor McGregor bisa menjadi alternatif.

Meski demikian, GSP menilai Ferguson menjadi lawan yang pantas menghadapi Khabib ketimbang dirinya atau para petarung lain.

GSP Nilai Ferguson Layak Lawan Khabib di UFC
"100 persen [Ferguson layak melawan Khabib]. Tony Ferguson dan bakal menjadi pertarungan yang seru. Saya merupakan penggemar beratnya dan akan menyaksikannya," kata GSP dalam wawancara dengan Helen Yee dikutip dari Low Kick MMA.

Banyak pihak yang meyakini Ferguson memiliki kekuatan untuk bisa menjadi lawan sepadan Khabib di pertarungan UFC.

"Tergantung cara mereka bertarung dengan gayanya masing-masing. Tony suka bertarung dengan gaya kotor menggunakan siku dan lutut. Itu gayanya."

"Khabib biasa mengendalikan lawannya ketika berada di lantai. Anda tahu, semua tergantung dari cara bertarung. Gaya bertarung akan menentukan pertarungan. Sangat sulit diprediksi," tutur GSP.

[Gambas:Video CNN]
GSP sebelumnya mengatakan enggan kembali ke octagon untuk melawan Khabib. Dia keberatan harus melawan para petarung lainnya jika kembali dari masa pensiun.

"Agen saya menjelaskan bahwa Khabib mewakili investasi besar untuk UFC. Dia mencapai level yang berbeda, mulai dari negara di Timur Tengah dan negara muslim mengidolakan dirinya. Dia adalah ikon."

"Bayangkan, mereka sudah menginvestasikan banyak uang untuk mempromosikan laga besar antara saya dan Khabib, lalu saya memenangkan pertarungan. Setelah itu saya keluar. Saya memang tak tertarik menandatangani kontrak melawan Khabib dengan perjanjian saya harus kembali bertarung melawan penantang lain," ucap St-Pierre dalam wawancara dengan DAZN, dikutip dari MMA Weekly. (bac/bac)