Prestasi dan Kegagalan Imam Nahrawi Sebagai Menpora

CNN Indonesia | Rabu, 18/09/2019 21:42 WIB
Prestasi dan Kegagalan Imam Nahrawi Sebagai Menpora Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di balik status sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Imam Nahrawi juga memiliki sejumlah prestasi sekaligus kegagalan sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Imam menjadi Menpora kedua yang berstatus sebagai tersangka KPK. Sebelumnya Andi Malarangeng divonis empat tahun penjara terkait kasus pengadaan sarana dan prasarana kompleks olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Sementara Imam ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pemberian dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada Rabu (18/9).


Terlepas dari status sebagai tersangka KPK, Imam memiliki prestasi maupun kegagalan selama menjabat sebagai Menpora era Presiden Joko Widodo.

1. Kembalikan Tradisi Emas di Olimpiade

Imam tercatat sebagai Menpora yang sukses mengembalikan tradisi emas bagi Indonesia di ajang Olimpiade. Di masa kepemimpinannya (2014-2019), Indonesia berhasil meraih satu emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Tontowi/Liliyana raih emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016.Tontowi/Liliyana raih emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016. (Mike Blake)
Medali emas disumbangkan pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir dari cabang olahraga bulutangkis. Sementara dua perak atas nama Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan dari angkat besi. Sebelumnya, Indonesia gagal meraih emas di Olimpiade 2012.

2. Terobosan Bonus Besar

Menpora Imam membuat terobosan terkait bonus di pentas internasional. Jika sebelumnya atlet peraih medali emas hanya mendapat bonus rata-rata Rp1 miliar, kini mereka bisa mengantongi bonus mencapai Rp5 miliar.

Tim bulutangkis putra dan putri Indonesia yang berlaga di Kejuaraan Beregu Asia 2018 di Malaysia, mendapat guyuran bonus Rp5 miliar dari Kemenpora.

Peraih emas Asian Games 2018 mendapat Rp1,5 miliar.Peraih emas Asian Games 2018 mendapat Rp1,5 miliar. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Selain itu, Imam juga dikenal dengan menyamaratakan bonus atlet berprestasi di Asian Games dan Asian Paragames 2018. Masing-masing atlet individu peraih emas berhak mendapatkan Rp1,5 miliar.

3. Prestasi Tertinggi di Asian Games 2018

Indonesia yang menjadi tuan rumah berada di peringkat keempat dengan 98 medali: 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Hasil ini menjadi pencapaian tertinggi Tim Merah Putih selama ikut serta di Asian Games.

[Gambas:Video CNN]
Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang berada di peringkat 10 besar. Hasil ini melebihi target yang dibebankan pemerintah melalui Kemenpora.

4. Gagal di SEA Games 2015

Pada era Menpora Imam Nahrawi, Indonesia gagal meraih hasil terbaik di SEA Games.

Pada SEA Games 2015, Indonesia hanya mampu finis posisi kelima klasemen akhir dengan koleksi 47 medali emas, 61 perak, dan 74 perunggu.

5. Gagal Total di SEA Games 2017

Sementara di SEAG 2017, Indonesia gagal memenuhi target 55 medali emas dan memperbaiki peringkat SEA Games di Kuala Lumpur 2017 ini. Tim Merah Putih hanya mampu meraih 38 medali emas, menjadi yang terburuk sejak SEA Games 1977.

Prestasi dan Kegagalan Imam Nahrawi Sebagai Menpora
Pada momen ini, Menpora juga dinilai tidak tegas menyikapi masalah penerbitan bendera terbalik di buku panduan Sea Games 2017.

Di halaman 80 dalam buku tersebut, terdapat bendera negara-negara yang pernah menjadi tuan rumah SEA Games. Bendera Indonesia, yang seharusnya merah putih, tercetak putih merah. (jun/nva)