Pakai Identitas Palsu, Petinju Tewas Usai Bertarung

CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 15:22 WIB
Pakai Identitas Palsu, Petinju Tewas Usai Bertarung Ilustrasi sarung tinju. (Istockphoto/FOTOKITA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petinju asal Bulgaria, Boris Stanchov, tewas usai bertarung melawan Ardit Murja pada pertarungan tinju di Albania, tengah pekan lalu.

Stanchov langsung kolaps di sudut ring setelah terdesak dan menerima serangan bertubi-tubi dari lawannya pada ronde kelima.

Tim medis segera melakukan pertolongan dan pemeriksaan kepada petinju 21 tahun tersebut. Namun, Stanchov masih tidak sadarkan diri. Stanchov kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di Albania. 


[Gambas:Video CNN]
Di rumah sakit, pihak petugas medis mencoba melakukan upaya mengembalikan kesadarannya. Namun, nyawa Stanchov tidak bisa tertolong.

Dikutip dari Mirror, tim dokter menerangkan penyebab kematian Stanchov karena mengalami gagal jantung saat bertarung.

Pihak WBC kemudian menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Stanchov. Insiden tersebut dinilai sangat mengejutkan bagi dunia tinju. Namun, WBC sempat salah mengidentifikasi petinju yang meninggal tersebut dalam pernyataan mereka. Kesalahan identifikasi tersebut karena Stanchov bertarung menggunakan lisensi petinju Isus Velichkov yang merupakan sepupu mendiang.

"WBC dan Presiden Mauricio Sulaiman, sangat bersedih dengan kematian petinju 21 tahun asal Bulgaria Isus Velichkov."

"Meski tim dokter sudah berusaha sebaik mungkin, kematiannya begitu cepat. Seluruh pihak WBC ikut berduka cita terutama kepada keluarga yang ditinggalkan," demikian keterangan dari WBC.

Petinju Tewas Usai Bertarung di Atas Ring
Masih dilansir dari Mirror, tidak diketahui rekor pertarungan Stanchov di tinju profesional. Sementara itu, Ardit Murja yang menjadi lawan Stanchov meraih empat kemenangan dalam lima kali laga tinju profesional yang sudah dilakoninya.

Sebelum kematian Stanchov, dua petinju tewas pada Juli akibat mengalami cedera parah saat bertarung. Mereka adalah petinju Argentina Hugo Santillan yang mengalami kerusakan ginjal dan Maxim Dadashav yang meninggal karena mengalami kerusakan otak. (bac/ptr)