Analisis

Fajar/Rian dan 'Neraka' Pelatnas Ideal

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 19:15 WIB
Fajar/Rian dan 'Neraka' Pelatnas Ideal Fajar/Rian menghadapi persaingan ketat sejak di dalam pelatnas. (AP Photo/Ahn Young-joon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjawab dengan sempurna tantangan yang telah dilontarkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di dua turnamen sebelumnya.

Dalam tiga turnamen terakhir, nomor ganda putra selalu dikuasai oleh pemain-pemain Indonesia. Kejuaraan Dunia jadi milik Ahsan/Hendra, China Open dikuasai oleh Kevin/Marcus, sedangkan Korea Open dimenangkan Fajar/Rian.

Fajar/Rian seolah memberikan penekanan bahwa mereka mampu menjadi juara seperti layaknya Ahsan/Hendra dan Kevin/Marcus. Di Kejuaraan Dunia, Fajar/Rian kalah di tangan Ahsan/Hendra sedangkan di China mereka tumbang di hadapan Minions.


Meski dari segi level, Korea Open 'hanya' Super 500, namun lawan-lawan yang turun sama saja seperti dua kejuaraan sebelumnya. Ou Xuanyi/Zhang Nan, Lee Yang/Wang Chi-Lin, Kevin/Marcus, Li Junhui/Liu Yuchen, dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda adalah lawan-lawan yang ditaklukkan Fajar/Rian dalam perjalanan menuju tangga juara.

Fajar/Rian berhasil jadi juara di Korea Open.Fajar/Rian berhasil jadi juara di Korea Open. (Jung Yeon-je / AFP)
Keberhasilan Fajar/Rian menjadi juara di Korea Open 2019, dengan deret lawan yang ditaklukkan, adalah bukti nyata mereka punya kemampuan untuk memenangi kejuaraan lainnya.

Melihat kiprah Fajar/Rian, mungkin ada sebagian yang menyayangkan kondisi yang ada saat ini. Fajar/Rian justru muncul bersamaan dengan Kevin/Marcus yang tak tergoyahkan sebagai ganda nomor satu dunia dalam dua tahun terakhir. Fajar/Rian justru hadir di saat Ahsan/Hendra kembali bangkit setelah sebelumnya dianggap sudah habis.

Tapi, persaingan Fajar/Rian dengan Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra adalah sesuatu yang patut dirayakan, bukan sebuah hal yang harus disayangkan.

Kehadiran Fajar/Rian bersamaan dengan Ahsan/Hendra dan Kevin/Marcus yang tengah di puncak performa adalah tanda sebuah kondisi pelatnas yang ideal. Pelatnas harus jadi 'neraka' bagi atlet-atlet di dalamnya.

Sebelum mereka menang atas wakil-wakil lainnya, mereka harus lebih dulu bersaing dengan teman-teman yang berlatih bersama mereka dari hari ke hari.

Fajar/Rian harus menghadapi persaingan berat melawan Ahsan/Hendra dan Kevin/MarcusFajar/Rian harus menghadapi persaingan berat melawan Ahsan/Hendra dan Kevin/Marcus. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Persaingan Fajar/Rian dengan 'The Daddies' dan 'Minions', baik dari latihan harian maupun saat hari pertandingan, akan membantu peningkatan kualitas yang lebih cepat dalam diri mereka.

Pelatnas ideal adalah saat seorang pemain tidak pernah tenang karena rasa persaingan yang bahkan sudah hadir ketika mereka menginjakkan kaki di lapangan latihan.

Suasana pelatnas ideal bukan ketika 1-2 pemain merasa aman lantaran tidak ada pemain yang bisa menandingi mereka di Cipayung, namun mereka masih kesulitan bersaing di level dunia.

Suasana pelatnas nomor ganda putra ini adalah suasana pelatnas yang sudah lama menghilang, suasana yang sudah lama dirindukan.

[Gambas:Video CNN]
Tantangan Terbuka dari Fajar/Rian

Melihat perjalanan Fajar/Rian meraih gelar di Korea Open 2019, terpapar jelas kombinasi Fajar dan Rian punya potensi untuk menghasilkan ancaman besar untuk lawan-lawan di seberang net.

Fajar begitu cekatan di depan net, ia pun berani melakukan sejumlah pukulan spekulasi yang sering tak diduga lawan. Rian punya smes keras di belakang.

Kekurangan mereka yang sering muncul sebelumnya, ketidaktenangan saat melakukan servis dan aliran eror saat di atas angin, perlahan mulai berkurang.

Masih ada sejumlah kesalahan di balik kemenangan Fajar/Rian, seperti di partai semifinal saat mereka dua kali membuang kesempatan game point dan match point ketika menghadapi Li Jun Hui/Liu Yu Chen. Hal seperti itu yang harus dihindari meski di laga tersebut, Fajar/Rian tak goyah dan tetap mampu menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan.

Fajar/Rian pasang target bisa lolos ke BWF World Tour Finals.Fajar/Rian pasang target bisa lolos ke BWF World Tour Finals. (AP Photo/Ahn Young-joon)
Setelah menang di Korea Open, Fajar/Rian tanpa ragu menyatakan bahwa mereka ingin lolos ke BWF World Tour Finals. Tantangan ini tentu langsung tertuju pada Kevin/Marcus karena Ahsan/Hendra sudah pasti lolos dengan status juara dunia.

Di BWF World Tour Finals, tiap negara hanya boleh memiliki maksimal dua wakil di tiap nomor. Itu berarti beberapa bulan ke depan akan jadi pertarungan ketat untuk Kevin/Marcus dan Fajar/Rian dalam pengumpulan poin menuju BWF World Tour Finals.

Fajar/Rian dan Neraka Pelatnas Ideal
Setelah World Tour Finals, persaingan ketiga ganda tersebut akan berlanjut ke turnamen-turnamen penting lainnya seperti dua ganda utama di Piala Thomas dan puncaknya dua wakil di Olimpiade.

Persaingan tentu akan terlihat kejam. Persaingan tentu akan menimbulkan korban. Namun dengan persaingan dan rasa tak tenang, semua ganda bakal terus dalam posisi waspada dan berusaha keras meningkatkan kemampuan.

Mereka yang akhirnya nanti lolos dan jadi wakil Indonesia punya satu kesadaran, ikut mengemban mimpi dan ambisi mereka-mereka yang kalah dalam persaingan. (ptr/har)