Analisis

Courtois Korban Salah Sasaran Penampilan Jelek Madrid

CNN Indonesia | Rabu, 02/10/2019 19:17 WIB
Courtois Korban Salah Sasaran Penampilan Jelek Madrid Thibaut Courtois jadi sasaran tembak setelah Real Madrid ditahan imbang Club Brugge. (AP Photo/Michel Euler)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, jadi cibiran fan di stadion dan media sosial usai ditahan imbang 2-2 oleh Club Brugge pada matchday kedua Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (2/10) dini hari WIB.

Courtois dicap sebagai penyebab Madrid gagal menang di kandang sendiri. Ia dianggap bikin kesalahan besar saat membiarkan Emmanuel Bonaventure Dennis membobol gawangnya saat laga belum genap berjalan 10 menit.

Gol Dennis sebenarnya bukan murni salah Courtois. Jika melihat dari sudut pandang yang lebih luas, keroposnya pertahanan Madrid yang jadi sumber petaka Dennis bisa mencatatkan nama di papan skor.


Duet Raphael Varane dan Sergio Ramos terlambat membuat perangkap offside sehingga Percy Tau leluasa masuk ke pertahanan dan memberikan umpan terukur ke Dennis.

Courtois Korban Salah Sasaran Penampilan Jelek MadridThibaut Courtois hanya bermain selama 45 menit saat Real Madrid ditahan imbang Club Brugge. (AP Photo/Bernat Armangue)
Penyerang asal Nigeria itu sebenarnya tidak sempurna menendang bola. Namun, Courtois yang sudah terlanjur salah bereaksi hanya bisa melihat bola meluncur pelan ke gawangnya.

Setelah tertinggal 0-1, performa Madrid tidak juga membaik. Los Merengues boleh saja mendominasi permainan, namun berkali-kali rapuhnya pertahanan mereka bisa dimanfaatkan Club Brugge.

Kecepatan Percy Tau dan Dennis berhasil membuat lini belakang Madrid yang dipimpin Ramos kocar-kacir.

Jelang akhir babak pertama, situasi bertambah sulit karena Madrid membuat kesalahan dalam situasi yang sebenarnya sama sekali tidak berbahaya. Luka Modric salah umpan dan bola malah direbut Dennis.

Beberapa detik berselang, Dennis berhadapan satu lawan satu dengan Courtois. Meski hampir terpeleset, ia masih sempat mencungkil bola yang mengelabui mantan kiper Chelsea tersebut.

Zidane yang menyadari Madrid diambang bahaya melakukan dua pergantian sekaligus. Courtois yang disoraki fan usai gol pertama digantikan oleh Alphonse Areola.

Courtois Korban Salah Sasaran Penampilan Jelek MadridEmmanuel Bonaventure Dennis jadi momok bagi pertahanan Real Madrid. (AP Photo/Manu Fernandez)
Selain itu, juru racik asal Prancis itu memasukkan Marcelo menggantikan Nacho Fernandez yang tampil buruk di babak pertama.

Masuknya Marcelo membuat lini belakang Madrid lebih solid dan seimbang. Agresivitas bek asal Brasil dalam membantu serangan juga membuat Club Brugge hanya konsentrasi merapatkan pertahanan.

Praktis hampir tidak ada peluang berbahaya yang dibuat klub Belgia itu ke gawang Areola seperti yang dialami Courtois. Wajah Madrid pun sedikit terselamatkan karena Ramos dan Casemiro mencetak gol yang memaksa skor imbang 2-2.

Di babak pertama, Club Brugge bisa melepaskan tiga tembakan tepat sasaran dan dua di antaranya berujung gol. Sedangkan di paruh kedua, Areola hanya satu kali diuji tembakan tepat sasaran pemain lawan.

Statistik ini menunjukkan permainan Madrid di babak pertama berjalan ke arah yang salah. Hal itu pula yang diakui oleh Zidane saat jumpa pers seusai pertandingan.

Courtois Korban Salah Sasaran Penampilan Jelek MadridEden Hazard kembali tampil mengecewakan saat Madrid ditahan imbang Club Brugge. (AP Photo/Manu Fernandez)
Meski memutuskan untuk menarik Courtois, Zidane menolak untuk menjadikan Courtois sebagai kambing hitam, seperti cibiran fan maupun netizen di media sosial.

"Kami tidak bisa menyalahkan Thibaut, karena kami di sini bersama-sama dan saya pelaku utamanya [pelatih]," ujar Zidane dilansir Marca.
[Gambas:Video CNN]
"Kami tampil buruk di babak pertama tapi di babak kedua kami punya sikap yang lebih baik. Kami bermain lebih berani," ia menambahkan.

Performa lini belakang Madrid sebenarnya jauh lebih baik dari lini depan. Gambaran paling mudah dari jeleknya lini depan adalah dua gol yang justru datang dari Ramos dan Casemiro.

Courtois Korban Salah Sasaran Penampilan Jelek Madrid
Absennya Gareth Bale membuat trio lini depan diisi Eden Hazard, Karim Benzema, dan Lucas Vazquez. Sialnya, tidak banyak yang bisa dilakukan ketiga pemain ini sepanjang 90 menit.

Benzema sesekali bisa membuat peluang, namun hal itu tidak bisa dilakukan Hazard dan Vazquez. Penampilan di laga kontra Club Brugge juga jadi bukti lainnya dari rapor merah Hazard bersama tim ibu kota Spanyol di awal musim ini.

Hazard minim memberikan ancaman karena hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran dari tiga upaya mencetak gol. Padahal, di laga ini total Madrid melakukan 27 usaha untuk mencetak gol dan tujuh tepat sasaran. 

Dengan hasil lawan Club Brugge, Zidane pun harus memutar otak lebih keras untuk melapangkan jalan Madrid ke babak selanjutnya. Hal ini lantaran langkah Madrid terhitung berat karena hanya bisa meraih satu poin di kandang setelah dipermalukan Paris Saint-Germain 0-3 di matchday pertama Liga Champions. (jal/har)