Saat ditemui CNNIndonesia.com pada latihan bebas hari pertama jelang balapan MotoGP Thailand 2019, Jumat (4/10), Razlan mengatakan tidak menampik kemungkinan pebalapnya hengkang tahun depan.
Lihat juga:Timnas Indonesia vs Vietnam Digelar di Bali |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fabio Quartararo menjalani sesi latihan MotoGP Thailand 2019. (CNN Indonesia/ Ahmad Bachrain) |
Quartararo terbilang impresif sebagai pebalap pendatang baru di MotoGP 2019. Dia mampu melesat ke posisi tujuh, satu tingkat di bawah Valentino Rossi, dan menjadi pebalap rookie berperingkat terbaik. Sebagai tim satelit, Razlan mengaku pencapaian pebalapnya tersebut merupakan kejutan besar.
Dia juga mengatakan sudah menjadi sebuah kelaziman apabila Yamaha, sebagai tim pabrikan, merekrut pebalap dari tim satelit.
[Gambas:Video CNN]
"Pertama, kami adalah tim satelit dan Yamaha adalah tim pabrikan. Mereka adalah kakak kami. Sebagai tim satelit seharusnya memang membina para pebalap muda. Suatu hari nanti tim pabrikan akan ambil [merekrut]. Sangat normal bagi pabrikan jika mengambil para pebalap dari tim satelit."
"Tentu saja yang harus kami lakukan adalah, motor kami harus sama dengan tim pabrikan. Kami coba mencari talenta baru yang harus bersaing ketat meraih podium. Tujuan kami suatu hari nanti adalah juara dan itu memungkinkan," ucap Razlan.
Lebih lanjut, Razlan mengatakan prioritasnya ke depan adalah terus meningkatkan kemampuan tim Petronas Yamaha SRT. Salah satunya meningkatkan spesifikasi sehingga setara dengan tim pabrikan.
"Tetapi jika dia bisa berbuat yang terbaik dengan RPM yang kurang dibandingkan pabrikan, spesifikasinya akan disamakan dengan tim pabrikan," tutur Razlan.
Lihat juga:Messi Bikin Skuat Argentina Menangis |
"Jika dia tampil bagus, akan dapat spesifikasi yang sama tahun depan," pungkas Razlan.
Live streaming balapan MotoGP Thailand 2019 dapat disaksikan di CNNIndonesia.com. Sementara siaran langsung MotoGP Thailand 2019 dapat disaksikan di Trans 7. (bac/jal)
Fabio Quartararo menjalani sesi latihan MotoGP Thailand 2019. (CNN Indonesia/ Ahmad Bachrain)