Pemain Senior MU Ragukan Kemampuan Pelatih

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 09:56 WIB
Pemain Senior MU Ragukan Kemampuan Pelatih Manchester United sulit mencetak gol pada awal musim 2019/2020. (AP Photo/Rui Vieira)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemain-pemain senior Manchester United dilaporkan meragukan kemampuan Kieran McKenna yang menjadi salah satu staf pelatih tim utama di era Ole Gunnar Solskjaer.

McKenna menjadi salah satu pelatih tim utama di MU selain Michael Carrick, Mark Dempsey dan Martyn Pert. Setelah Solskjaer dipermanenkan oleh klub, pelatih asal Norwegia itu kemudian mengangkat McKenna yang sebelumnya menangani tim U-18 di era Jose Mourinho.

Kedekatan McKenna dengan pemain-pemain muda MU seperti Angel Gomes dan Tahith Chong disinyalir menjadi alasan Solskjaer mengangkat pria yang pernah menjadi staf pelatih di Tottenham Hotspur tersebut.


Kendati dianggap mampu menjadi perantara pemain muda dan tim senior, McKenna justru tidak mendapat respons positif dari pemain senior di kubu The Red Devils.

Pemain Senior MU Ragukan Kemampuan PelatihManchester United mengawali musim 2019/2020 dengan kurang apik. (AP Photo/Dave Thompson)
Seperti dilaporkan Metro, pemain MU mempertanyakan kemampuan dan pengalaman McKenna dalam mempersiapkan tim menjelang pertandingan.

Sejak Solskjaer menjadi manajer tetap, McKenna memang menjadi sosok yang bertanggung jawab dalam sesi latihan tim.

[Gambas:Video CNN]
MU mengawali Liga Inggris musim 2019/2020 dengan tidak meyakinkan, hanya meraih dua kemenangan dari delapan pertandingan. Solskjaer dan anak asuhnya menempati peringkat ke-12 dengan sembilan poin.

Pemain Senior MU Ragukan Kemampuan Pelatih
Saat pertahanan tidak begitu mengecewakan, ketidakmampuan mencetak gol menjadi permasalahan yang tengah dihadapi MU saat ini. Di liga domestik, gawang David de Gea kebobolan delapan kali. Sementara gol yang dibuat Marcus Rashford dan kawan-kawan hanya sembilan kali.

Secara keseluruhan pada musim 2019/2020, MU mencetak 11 gol dari 11 pertandingan. Selain sembilan gol di liga domestik, MU hanya mencetak satu gol dari dua laga Liga Europa dan mencetak satu gol di Piala Liga.

Catatan performa Solskjaer setelah dipermanenkan MU pun lebih rendah ketimbang saat masih menjadi manajer sementara. (nva/bac)