Bintang Muda Liverpool Masih Anggap MU Tim Papan Atas

CNN Indonesia | Selasa, 15/10/2019 22:37 WIB
Bintang Muda Liverpool Masih Anggap MU Tim Papan Atas Trent Alexander-Arnold menganggap MU masih berstatus tim papan atas. (AP Photo/Rui Vieira)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bek kanan Liverpool, Trent Alexander-Arnold, masih menganggap Manchester United sebagai tim papan atas dan tidak akan meremehkan The Red Devils pada pertemuan di Liga Inggris akhir pekan mendatang.

Pertandingan Manchester United vs Liverpool bakal berlangsung Minggu (20/10) di Stadion Old Trafford. Kedua klub saat ini sedang berada di level yang berbeda.

MU yang bakal berstatus sebagai tuan rumah sedang dalam performa yang buruk pada awal musim ini. Di liga domestik, anak asuh Ole Gunnar Solskjaer sudah kalah tiga kali dan hanya meraih dua kemenangan dari delapan laga.


Mantan penguasa Premier League itu juga tidak mampu tampil meyakinkan dalam membuat peluang, sehingga kesulitan mencetak gol. Sejauh ini, MU baru mencetak sembilan gol dan kemasukan delapan gol.

Bintang Muda Liverpool Masih Anggap MU Tim Papan AtasMU sulit mencetak gol dan meraih kemenangan dalam laga-laga awal musim ini. (Owen Humphreys/PA via AP)
Sebaliknya Liverpool selalu menang dalam delapan pertandingan. Mohamed Salah dan kawan-kawan mencetak 20 gol dan kebobolan enam kali.

[Gambas:Video CNN]
Alexander-Arnold tidak ingin kehilangan fokus jelang pertandingan bertajuk North West Derby. Pemain 21 tahun itu masih menilai pertandingan tersebut memiliki gengsi.

Bintang Muda Liverpool Masih Anggap MU Tim Papan Atas
"Secara tradisional dan sejarah, pertandingan Manchester United dan Liverpool selalu besar. Itu adalah salah satu pertandingan terbesar dalam semusim dan mereka adalah tim papan atas," kata Alexander-Arnold.

"Pertandingan ini selalu akan menjadi laga yang besar dan momen besar karena kedua tim sama-sama ingin meraih kemenangan," sambungnya dikutip dari situs resmi Liverpool.

Alexander-Arnold merasa kegagalan meraih gelar Liga Inggris pada musim lalu bisa menjadi pelajaran untuk mengakhiri musim ini, sama seperti ketika Liverpool kalah dalam final Liga Champions 2018 dan kemudian tampil menjadi juara kompetisi antarklub Eropa tersebut setahun kemudian.

"Para pemain kami memiliki pengalaman kegagalan. Kami bangkit dari sana dan menjadi seperti sekarang dan kami adalah satu tim," ujar Alexander-Arnold. (nva/sry)