Pelatih Sepeda Ditangkap karena Narkoba, PB ISSI Tindak Tegas

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 17:17 WIB
Pelatih Sepeda Ditangkap karena Narkoba, PB ISSI Tindak Tegas Ketua PB ISSI mengatakan akan menindak tegas para atlet dan staf pelatih sepeda. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sports Indonesia (PB ISSI), Raja Sapta Oktohari, menyebut bakal menindak tegas unsur dalam pembinaan olahraga yang terbukti terlibat kasus narkoba.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat dikabarkan telah menangkap seorang mantan atlet bersama Ferry Sonic terkait penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Ferry diketahui menjabat sebagai asisten pelatih untuk disiplin cross country di pelatnas balap sepeda Indonesia. Meski begitu, sampai saat ini PB ISSI masih mencari tahu terkait kebenaran kabar tersebut.


"Kami akan coba cari tahu lebih dulu soal kebenarannya. Pasti kami sangat menyayangkan kejadian itu dan kami akan menindak tegas jika ada unsur dalam pembinaan olahraga yang terbukti menggunakan narkoba," kata Okto melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]
Dikutip Antara, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Puisat AKBP Afandi Eka Putra mengatakan petugas menangkap Ferry di salah satu hotel di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (11/10).

Ferry diamankan petugas dengan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,2 gram beserta alat isapnya.

Pelatih Sepeda Ditangkap karena Narkoba, PB ISSI Tindak Tegas
"Dari tangan dia kita amankan BB [barang bukti] sabu sekitar 0,2 bekas pakai. Trus kita cek urin positif dan dia kami amankan sendiri dan dibawa ke kantor untuk diperiksa. Ferry mengaku membeli sabu dengan harga Rp400 ribu dari pengedar," ucap Afandi.

Ferry merupakan mantan atlet balap sepeda era 1997-1998 yang menjadi asisten pelatih pada gelaran Asian Games 2018 lalu. Ini bukan kali pertama Ferry terlibat kasus narkoba.

Pada 2008 lalu Ferry yang merupakan atlet asal Jawa Barat itu juga pernah ditangkap Kasat Narkoba Polwiltabes Bandung, juga dengan kasus narkoba. (TTF/bac)