Pekerjaan Rumah PB ISSI di Bawah Raja Sapta

CNN Indonesia | Sabtu, 27/07/2019 20:34 WIB
Pekerjaan Rumah PB ISSI di Bawah Raja Sapta Raja Sapta Oktohari kembali terpilih menjadi Ketua Umum PB ISSI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Raja Sapta Oktohari kembali dipercaya untuk memimpin Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) 2019-2023. Okto terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/7) malam.

Usai terpilih, Okto mengatakan bakal melanjutkan enam program yang telah dijalankan di masa kepengurusan sebelumnya. Enam fokus yang bakal kembali dimaksimalkan meliputi pengembangan atlet, pelatih, commissaire, venue, event dan organisasi yang menjadi pekerjaan rumah.

"Alhamdulillah saya masih dipercaya dari teman-teman Pengprov untuk melanjutkan kepengurusan ISSI. Mudah-mudahan amanat ini bisa saya laksanakan," ucap Okto dalam rilis PB ISSI.


Sebenarnya, keenam fokus sebenarnya sudah terpenuhi di empat tahun kepengurusan Okto sejak 2015-2019. Walaupun disadari masih belum sempurna.

Empat tahun ke depan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.

Terutama untuk melanjutkan tradisi meloloskan atlet balap sepeda Indonesia ke ajang Olimpiade di Tokyo 2020.

Indonesia pertama kali mengirimkan atlet balap sepeda ke ajang multievent terbesar di dunia melaui Toni Syarifudin di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil.

"Selain Olimpiade, PR kita ada SEA Games 2019 di Filipina. Utamanya, kualifikasi Olimpiade yang harus dikejar dari sekarang. Lalu kami masih harus bekerja untuk mendeteksi potensi daerah sampai menyalurkan atlet ke ajang internasional," kata Okto.

Okto juga berbangga hati karena bisa merangkul komunitas-komunitas balap sepeda untuk bersama-sama menunjukkan animo positif bagi perkembangan balap sepeda di Indonesia.

Ke depannya, Okto berharap prestasi dan komunitas balap sepeda bisa berjalan beriringan dengan saling suport untuk mendapatkan hasil yang positif di kemudian hari.

Empat tahun terakhir, banyak prestasi membanggakan yang pernah diraih balap sepeda Indonesia.

Pekerjaan Rumah PB ISSI di Bawah Raja Sapta
Misalnya, di SEA Games 2017 Malaysia di mana Indoneaia meraih dua medali emas dari disiplin BMX, kemudian dua emas dari nomor downhill di Asian Games 2018, satu emas di Asian Para Games.

"Untuk disiplin roadrace harus kami kejar lagi prestasinya. Kita baru punya velodrome kelas internasional, itu jadi PR besar untuk dikerjakan lebih serius. Apalagi Indonesia ditunjuk sebagai satellite training dari UCI, tenru buruh energi danfokus untuk mengejar ketertinggalan kita si nomor track," ujar Okto.

"Untuk tim continental, dulu saya datang kita [Indonesia] hanya punya satu tim continental. Di kepengurusan saya, kita bisa berhasil bikin tiga tim dan sampai sekarang masih ada. Saya berterima kasih karena direksi PGN yang akhirnya melanjutkan kembali kontraknya dan Agustus nanti akan ikut di Tour de Indonesia," lanjut Okto.

Seirama dengan Okto, Bendahara Umum PB ISSI, Roni Fauzan menambahkan prestasi balap sepeda Indonesia belakangan tengah mengalami perkembangan yang signifikan. Ia berharap tren positif itu bisa terus dilanjutkan di kepengurusan selanjutnya.

"Ke depan harapannya lebih banyak atlet yang kita kirim ke Olimpiade dan ada medali yang kita dapatkan. Atlet-atlet kita ke depannya juga yak lagi dipandang sebelah mata oleh dunia melalui prestasinya. Bukan hanya Malaysia saja yang punya [Azizulhasni] Awang, tapi kita juga bisa," pungkas Roni. (bac/bac)