Striker murni Maung Bandung, Ezechiel Ndouassel tidak diturunkan saat menghadapi Bhayangkara karena kondisinya dianggap belum fit 100 persen usai membela Timnas Chad di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih asal Belanda itu juga mengaku banyak peluang yang didapat meski sulit untuk dikonversikan menjadi gol karena kekosongan pada posisi striker murni tersebut. Alhasil, serangan-serangan hanya dibangun melalui kecepatan pemain sayap.
Lee Yu Jun berduel dengan Abdul Aziz. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww) |
[Gambas:Video CNN]
"Bhayangkara juga memakai formasi pohon natal, banyak orang di belakang bola sehingga banyak orang yang berada di depan kotak penalti. Sistem permainan kami tidak berjalan dan itu menyulitkan para penyerang kami," ujarnya.
Sementara itu Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster menyebut hasil seri bersama Persib Bandung terasa seperti sebuah kekalahan. Sebab, banyak peluang emas yang didapatkan The Guardians namun tidak bisa dikonversikan menjadi gol.
"Saya kecewa atas hasil ini. Sejak awal pemain sudah tahu, ekspektasi kami Adalah memenangkan pertandingan ini dan meraih tiga poin dan clean sheet. Kami bisa dapat clean sheet tapi tidak tiga poinnya. Secara keseluruhan, saya kecewa karena belum bisa cetak gol. Rasanya seperti kalah," ungkap Munster.
"Kami banyak peluang. Tapi bola kena ting, penyelamatan kiper I Made [Wirawan] yang tampil luar biasa malam ini. Pertahanan kami juga luar biasa karena tim sebesar Persib selama 90 menit cuma dapat satu peluang," sebutnya. (nva)
Lee Yu Jun berduel dengan Abdul Aziz. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww)