Risma Berharap Surabaya Venue Utama Piala Dunia U-20

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 21:48 WIB
Risma Berharap Surabaya Venue Utama Piala Dunia U-20 Tri Rismaharini saat inspeksi di Stadion Gelora Bung Tomo. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku bersyukur Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Ia pun berharap Kota Surabaya, bisa menjadi venue utama gelaran tersebut.

Sebab, sebagaimana diketahui Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, didapuk menjadi salah satu venue, dari total keseluruhan venue di 10 kota, yang akan menjadi tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20.

"Saya ingin Surabaya bisa menjadi tuan rumah, bukan hanya [penyisihan] grup, tapi saya juga ingin jadi tuan rumah [pertandingan] final," kata Risma, saat ditemui di rumah dinasnya, Kamis (24/10).


Risma pun mengaku antusias. Pasalnya, satu lagi keinginannya untuk membanggakan anak-anak Surabaya dengan kotanya, bakal terwujud melalui gelaran Piala Dunia ini.

"Puji syukur kepada Tuhan YME mengabulkan keinginan saya untuk membanggakan anak-anak Surabaya, yang mereka sangat ingin Surabaya, menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20," ujarnya.

Ia mengaku bakal berusaha sekuat tenaga untuk melakukan pembenahan dan berbagai macam persiapan, meski saat gelaran nanti masa baktinya sebagai wali kota telah usai.

Tri Rismaharini senang Surabaya menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 2021. (Tri Rismaharini senang Surabaya menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 2021. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
"Saya akan berusaha sekuat kemampuan saya untuk menyiapkan ini, meskipun nanti saya mungkin sudah ndak jadi wali kota lagi, saat acara. Tapi saya akan berusaha untuk semaksimal mungkin menyiapkan persiapan untuk menjadi tuan rumah," katanya.

Pasalnya, menurut Risma, tahapan yang harus dilalui agar bisa menjadi tuan rumah begitu berat. Ada sejumlah hal yang harus diperbaiki. Kemudian, enam bulan lagi akan ada evaluasi dari FIFA, untuk meninjau proses persiapan yang telah dilakukan.

Perbaikan itu diantaranya pemasangan fiber optic, sebagai sarana penunjang komunikasi di area stadion. Risma menjanjikan hal itu akan rampung pada Desember 2019 ini.

Kemudian, juga kursi single seat di stadion. Ia mengatakan prosesnya akan segera digarap dengan proses lelang pengadaan pada awal tahun depan.

"Awal tahun kami lelang, Insyaallah mungkin tiga bulan kami tanya Insyaallah bisa. Maret, April, evaluasi, kami bisa siapkan single seat itu," kata Risma.

[Gambas:Video CNN]
Kemudian, kata Risma pihaknya juga akan melakukan perbaikan sentel ban di stadion. Begitu pula pembangunan lima lapangan olahraga pendukung yang letaknya tak jauh dari penginapan atau stadion utama.

Lima lapangan fasilitas pendukung itu, kata dia, telah dalam proses persiapan. Lokasinya yakni terletak di Gelora 10 Nopember, Lapangan Karang Gayam, Lakarsantri, dan Sambikerep.

Tak sampai disitu, akses jalan menuju Stadion GBT pun masuk dalam rencana perbaikan. Ia mengatakan, pihaknya akan segera memperbaiki akses jalan utama, juga bakal memanfaatkan jalan Lingkar Luar Barat (JLLB).

Risma Berharap Surabaya <i>Venue</i> Utama Piala Dunia U-20
"Saya akan menghadap menteri PUPR untuk membantu percepatan akses ini, termasuk PT Pelindo untuk Fly Over. Karena dari fly over aksesnya melewati sekitar TPA, kemudian masuk ke stadion," katanya.

Meski secara persyaratan Surabaya telah memenuhi sejumlah poin itu, Risma mengaku pihaknya akan terus melakukan pembenahan selama enam bulan ke depan.

"Secara persyaratan kita sudah terpenuhi, hanya saya juga butuh, saya juga malu kalau jelek. Itu masalah perbaikan toilet, ruang ganti, dan sebagainya. Ini yang saya kejar, saya kira dalam enam bulan cukup untuk kita benahi infrastruktur itu, terutama lima lapangan pendukung," kata dia. (frd/bac)