Sebab, sebagaimana diketahui Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, didapuk menjadi salah satu venue, dari total keseluruhan venue di 10 kota, yang akan menjadi tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20.
"Saya ingin Surabaya bisa menjadi tuan rumah, bukan hanya [penyisihan] grup, tapi saya juga ingin jadi tuan rumah [pertandingan] final," kata Risma, saat ditemui di rumah dinasnya, Kamis (24/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tri Rismaharini senang Surabaya menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 2021. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
Pasalnya, menurut Risma, tahapan yang harus dilalui agar bisa menjadi tuan rumah begitu berat. Ada sejumlah hal yang harus diperbaiki. Kemudian, enam bulan lagi akan ada evaluasi dari FIFA, untuk meninjau proses persiapan yang telah dilakukan.
Lihat juga:Hasil French Open: Jonatan ke Perempat Final |
Kemudian, juga kursi single seat di stadion. Ia mengatakan prosesnya akan segera digarap dengan proses lelang pengadaan pada awal tahun depan.
"Awal tahun kami lelang, Insyaallah mungkin tiga bulan kami tanya Insyaallah bisa. Maret, April, evaluasi, kami bisa siapkan single seat itu," kata Risma.
[Gambas:Video CNN]
Kemudian, kata Risma pihaknya juga akan melakukan perbaikan sentel ban di stadion. Begitu pula pembangunan lima lapangan olahraga pendukung yang letaknya tak jauh dari penginapan atau stadion utama.
Lima lapangan fasilitas pendukung itu, kata dia, telah dalam proses persiapan. Lokasinya yakni terletak di Gelora 10 Nopember, Lapangan Karang Gayam, Lakarsantri, dan Sambikerep.
Tak sampai disitu, akses jalan menuju Stadion GBT pun masuk dalam rencana perbaikan. Ia mengatakan, pihaknya akan segera memperbaiki akses jalan utama, juga bakal memanfaatkan jalan Lingkar Luar Barat (JLLB).
Meski secara persyaratan Surabaya telah memenuhi sejumlah poin itu, Risma mengaku pihaknya akan terus melakukan pembenahan selama enam bulan ke depan.
"Secara persyaratan kita sudah terpenuhi, hanya saya juga butuh, saya juga malu kalau jelek. Itu masalah perbaikan toilet, ruang ganti, dan sebagainya. Ini yang saya kejar, saya kira dalam enam bulan cukup untuk kita benahi infrastruktur itu, terutama lima lapangan pendukung," kata dia. (frd/bac)
Tri Rismaharini senang Surabaya menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 2021. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)