ANALISIS

Titah Jokowi dan PR Besar Iwan Bule di PSSI

Jun Mahares, CNN Indonesia | Sabtu, 02/11/2019 15:36 WIB
Titah Jokowi dan PR Besar Iwan Bule di PSSI PSSI punya pekerjaan rumah besar di era Presiden Joko Widodo. (ISTANA PRESIDEN/Agus Suparto)
Jakarta, CNN Indonesia -- PSSI memiliki pekerjaan rumah yang terbilang besar di periode kedua Presiden Joko Widodo. Sebagai olahraga populer di Tanah Air, sepak bola diharapkan bisa meraih prestasi yang didambakan masyarakat Indonesia.

Jokowi sudah melempar sinyal bahwa pemerintahnya serius membenahi sepak bola Indonesia sejak awal melantik para menteri, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Rabu pagi (23/10).

Di sela-sela perkenalan kabinet Indonesia Maju di pelataran Istana Merdeka, Jokowi mengucapkan kalimat singkat kepada Zainudin: "Sepak bolanya, Pak," katanya.


Pernyataan Jokowi tak boleh dianggap sebelah mata meski terkesan sebatas guyon. Sebab, mantan Gubernur DKI itu paham betul kegelisahan masyarakat terhadap prestasi melempem sepak bola Indonesia.

[Gambas:Video CNN]
Sejumlah prestasi mulai berdatangan dari timnas kelompok umur. Timnas Indonesia U-16 juara di Piala AFF 2018 sementara Timnas U-19 berhasil jadi yang terbaik di Piala AFF 2019. Namun, prestasi mentereng tidak diikuti tim senior Indonesia.

Timnas Indonesia gagal di Piala AFF 2019 dan nyaris tersingkir serta terpuruk di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pasukan Garuda yang kini ditangani Simon McMenemy terperosok di dasar klasemen Grup G.

Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan menuai empat kekalahan beruntun di fase grup. Yang lebih menyakitkan, Indonesia tiga kali menelan kekalahan di depan publik sendiri. Setelah kalah 2-3 dari Malaysia, Indonesia takluk 0-3 dari Thailand, dan bertekuk lutut 1-3 saat menjamu Vietnam.

Rangkaian hasil buruk Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 diperparah dengan aksi memalukan segelintir suporter yang menyerang pendukung Malaysia. Akibatnya, FIFA menjatuhkan hukuman denda sebesar 45 ribu Franc Swiss atau sekitar Rp643 juta.

Timnas Indonesia terpuruk di Kualifikasi Piala Dunia 2022.Timnas Indonesia terpuruk di Kualifikasi Piala Dunia 2022. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Rangkaian hasil minor itu diindikasi jadi dasar pesan singkat Jokowi kepada Menpora Zainudin untuk membenahi sepak bola Indonesia yang seret prestasi. Jangankan bicara level Piala Dunia, Indonesia juga tak mampu juara di kawasan Asia Tenggara.

Pada periode sebelumnya, Jokowi memang sudah menunjukkan keseriusan membangun sepak bola nasional lewat Piala Presiden yang rutin digelar setiap tahun sebelum kompetisi resmi bergulir.

Tak berhenti sampai di situ, Jokowi juga menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional pada 25 Januari 2019.

Dalam Inpres tersebut, Jokowi dengan tegas memberikan instruksi kepada jajarannya, termasuk Menpora, untuk ikut andil mendongkrak prestasi sepak bola nasional di ajang internasional. Termasuk penyediaan infrastruktur yang selama ini terbengkalai.

Indonesia resmi jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.Indonesia resmi jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 bisa jadi momentum tepat pelaksanaan Inpres tersebut. Tanpa meminggirkan potensi cabang olahraga lainnya, sepak bola Indonesia, memang perlu 'dipecut' agar bisa berprestasi.

PSSI yang kini memiliki ketua baru, Iwan Bule, juga tak perlu segan meminta bantuan pemerintah untuk memaksimalkan gelaran Piala Dunia U-20 yang akan digelar dua tahun mendatang. Rancangan stadion berstandar internasional harus segera dirumuskan demi prestasi yang bisa dimulai lewat ajang ini.

Namun, Iwan Bule dan para pembantunya juga mesti berbenah diri sebelum banyak menuntut kepada pemerintah. Orang-orang yang berada di kepengurusan mesti mendalami maruah PSSI yang ditanamkan tokoh pejuang Indonesia, Soeratin Sosrosoegondo.

Menpora Zainudin Amali mendapat pesan khusus benahi sepak bola dari Presiden Jokowi.Menpora Zainudin Amali mendapat pesan khusus benahi sepak bola dari Presiden Jokowi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
PSSI harus mengembalikan fungsi organisasi sebagai alat pemersatu bangsa lewat sepak bola. Bukan malah sibuk bertikai dan membuat hancur cita-cita mulai PSSI yang digagas serius oleh Soeratin.

Bukan rahasia umum lagi jika PSSI masa kini malah dianggap sarang mafia bola. Tuduhan ini tak asal muncul ke permukaan setelah Satgas Anti Mafia Bola menangkap sejumlah pejabat PSSI atas kasus pengaturan skor. Publik, terutama suporter, perlahan tak lagi menganggap PSSI sebagai organisasi mulia seperti sedia kala.

Karena itu juga, sebagai ketua PSSI baru Iwan Bule beserta anggota exco baru punya tugas berat yang menanti di era Jokowi, yakni mengembalikan citra PSSI dan membangunkan sepak bola Indonesia dari tidur lelap. (har)