Iwan Bule, Jenderal Polisi Jadi Ketua PSSI

CNN Indonesia | Sabtu, 02/11/2019 13:30 WIB
Iwan Bule, Jenderal Polisi Jadi Ketua PSSI Iwan Bule saat dilantik menjadi penjabat sementara Gubernur Jawa Barat. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mochamad Iriawan terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2019-2023. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mendapatkan 82 suara dari 86 voter dalam Kongres Pemilihan PSSI di Hotel Shangri-La, Sabtu (2/11).

Tak ayal, untuk kali pertama dalam sejarah induk sepak bola nasional tersebut Ketua PSSI berlabel seorang polisi.

Meski tak lagi aktif menjabat dalam struktur Kepolisian Republik Indonesia, Iwan Bule masih tercatat sebagai anggota kepolisian.


Pria 57 tahun yang kini berpangkat Komisaris Jenderal atau bintang tiga tersebut memasuki masa persiapan pensiun. Iwan Bule kini masih tercatat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional RI.
Iwan Bule terpilih menjadi Ketua Umum PSSI dengan mendapat dukungan 82 suara dari 86 voter di Kongres PSSI. (Iwan Bule terpilih menjadi Ketua Umum PSSI dengan mendapat dukungan 82 suara dari 86 voter di Kongres PSSI. (Foto: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)
Posisi tertingginya di Kepolisian adalah Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Jakarta dan Asisten Operasi Kapolri pada 2016-2017.

Pada 2018, Iwan Bule juga sempat menjabat sebagai pejabat sementara Gubernur Jawa Barat.

[Gambas:Video CNN]
Pria kelahiran Tanah Abang tersebut lebih banyak menjabat di bidang reserse kriminal selama pengabdiannya di Polri. Namanya pernah melambung saat dia menangani kasus kontroversial pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen yang melibatkan mantan Ketua KPK, Antasari Azhar.

Iwan Bule termasuk penggila 'si kulit bundar'. Dia punya kedekatan tersendiri dengan klub Liga 1 Persib Bandung.

Profil Iwan Bule: Jenderal Polisi Jadi Ketua PSSI
Pria yang terkenal sangat tegas ketika masih memimpin Polda Metro Jaya tersebut masih tercatat sebagai salah satu jajaran Direksi PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB).

Salah satu yang menjadi misi utamanya di PSSI adalah tata kelola kompetisi sepak bola nasional yang bersih dan transparan. Dia juga mengakui terus memantau kasus-kasus pengaturan skor di kompetisi profesional tanah air yang ditangani Satgas Antimafia Bola Polri.

Dalam wawancara dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, Iwan Bule sempat berjanji tidak akan rangkap jabatan dalam memimpin PSSI. Dia bercermin dengan sosok Ketua Umum PSSI sebelumnya, Edy Rahmayadi yang mundur dari organisasi itu setelah menjadi Gubernur Sumatera Utara.

"Beliau [Edy] mungkin memilih menjadi gubernur [daripada Ketua Umum PSSI], beliau pilih salah satu. Tapi kalau saya komitmen sampai akhir jabatan," ujar Iwan Bule.

"Pak Edy rangkap jabatan, saya saat ini belum pensiun tapi saya yakin akan diberikan kelonggaran. Saya pensiun pada April 2020, sekarang jabatan di Lemhanas tidak terlalu sibuk," ujarnya melanjutkan.

Untuk memajukan Timnas Indonesia, Iwan Bule juga punya keinginan terkait pemain naturalisasi. Dia pernah menegaskan tidak akan lagi merekomendasi naturalisasi para pemain asing yang sudah tak lagi muda.

"Naturalisasi ini sudah menjadi pembahasan saya. Jadi setelah saya bedah, ternyata memang [pemain naturalisasi Timnas Indonesia] umurnya tua-tua ya," kata Iwan kepada para awak media.

"Saya belum bisa janji, apakah itu akan dikurangi atau dihapuskan. Yang jelas, tidak akan ditambah [naturalisasi pemain tua]. Kalau pemain naturalisasi tidak bagus, kenapa pemain kita [asli Indonesia] tidak dimaksimalkan?" katanya menambahkan. (bac/jal)