Kongres PSSI Sempat Memanas, Dua Calon Ketua Berseteru

CNN Indonesia | Sabtu, 02/11/2019 11:12 WIB
Kongres PSSI Sempat Memanas, Dua Calon Ketua Berseteru Kongres PSSI sempat memanas sebelum acara dimulai. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang Kongres PSSI situasi di lokasi acara di Hotel Shangri-La sempat memanas, setelah dua calon ketua Vijaya Fitriyasa dan Mochamad Iriawan berseteru, Sabtu (2/11).

Sebelum dimulainya acara pada pukul 09.30 atau molor 30 menit agenda yang direncanakan pada pukul 09.00 masing-masing calon berada di luar ruangan kegiatan.

Tetapi situasi di luar ruangan menjadi memanas setelah salah satu calon Vijaya Fitriyasa didorong salah seorang dari kubu calon lain, Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule.


Kejadian itu bermula dari Iwan Bule yang hendak diwawancara wartawan di luar ruangan Kongres PSSI. Namun dengan tiba-tiba Vijay menghampiri Iwan Bule untuk meminta maaf.

Iwan Bule yang hendak memberikan pernyataan kepada media lalu mendorong Vijay. Tidak lama berselang ada salah seorang dari pihak Iwan Bule yang juga mendorong Vijay agar tidak mendekat kepada mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

"Saya bicara dahulu, sebentar saya bicara dahulu. Saya lagi bicara kamu main nyela-nyela saja," ujar Iwan Bule kepada Vijaya.

Mochamad Iriawan berseteru dengan Vijaya Fitriyasa.Mochamad Iriawan berseteru dengan Vijaya Fitriyasa. (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)
Dalam kesempatan itu Iwan Bule berharap stakeholder bisa membangun sepak bola Indonesia seperti yang diinginkan Presiden Joko Widodo.

[Gambas:Video CNN]
"Beliau [Presiden Joko Widodo] mengeluarkan Inpres No 3 2019 untuk kemajuan sepak bola. Luar biasa. Beliau menulis surat ke FIFA meminta kita jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 ini luar biasa. Ini kesempatan kita untuk sama sama memajukan sepak bola yang kita cintai," tutur Iwan Bule.

Sementara itu, Vijay tetap meminta maaf secara terbuka kepada Iwan Bule terkait komentarnya saat hadir di acara Mata Najwa di Trans7 beberapa hari lalu.

Kongres PSSI Sempat Memanas, Dua Calon Ketua Berseteru
"Saya mengimbau voters untuk tidak diintimidasi," ucap Vijay.

"Tanggapan beliau sudah berbeda. Kalau saya dianggap mencemarkan nama baik Pak Iwan, saya minta maaf secara terbuka. Saya sayang sama beliau, supaya tak tergoda dengan kartel lama. Mungkin Pak Iwan mengira saya ingin konfrontasi, padahal tidak," kata Vijay menambahkan.

Terkait tudingan operasi senyap, Vijay menilai PSSI tidak terbuka soal kongres kali ini. Salah satu faktornya tidak adanya debat calon ketua dan tidak ada sosialisasi terkait agenda tersebut. (TTF/sry)