Pasalnya, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), mengembalikan sepenuhnya keinginan Bajul Ijo tersebut kepada PSSI. Hal itu sebagaimana tertuang dalam surat bernomor 426/LIB/X/2019, yang dikirimkan oleh PT LIB kepada Persebaya, pada Kamis (31/10) sore.
Surat yang ditandatangani oleh Direktur PT LIB, Dirk Sopianit, mengatakan bahwa tidak ada kesepakatan antara Persebaya dan PSM Makassar, kelanjutan laga tersebut akan diputuskan oleh PSSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pendukung Persebaya, Bonek, melakukan pembakaran di Stadion GBT. (ANTARA FOTO/Moch Asim) |
"Kami menyesalkan surat itu, jadi sampai saat ini kami sudah dalam posisi siap untuk menggelar pertandingan, kalau acuannya emergency meeting, tanggal 30, yang menjadi H-4, kami sudah mengeluarkan, membalas dan memberitahukan ke LIB bahwa pertandingan kami gelar di Stadion Batakan Balikpapan," kata Ram saat dikonfirmasi, Kamis (31/10).
Ia pun mengaku kaget dengan keputusan tersebut pada sore tadi. Menurutnya hal itu dilakukan LIB secara tiba-tiba. Kendati demikian Ram menyebut saat ini pihaknya masih menunggu keputusan resmi PSSI terkait kelanjutan digelar atau tidaknya laga itu.
"Kami juga kaget dari tadi siang, sore, semua kita komunikasi bagus, tapi tiba-tiba ada surat seperti itu. Kalaupun memang nanti keputusan PSSI seperti apa, kami juga akan lihat. Tapi kalau merugikan kami, menyalahkan kami, jelas kami tidak mau. Sebab, sejauh ini apa yang kami lakukan sudah sesuai jalur seperti yang menjadi kesepakatan emergency meeting," kata dia.
"Kami tidak dalam posisi menuntut ini harus begini, begini. Tidak. Yang penting ini menjadi kesepakatan bersama bahwa sesuai dengan emergency meeting. Itu yang kami patuhi. Ya itu, ayo mari kita patuhi."
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, partai lanjutan Liga 1 2019, antara Persebaya Surabaya vs PSM ternyata tak bisa digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Gantinya laga tersebut terpaksa bakal dihelat di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (2/11).
Hal itu mulanya diketahui setelah beredar surat pengajuan bernomor 153/PT.PI-X/2019 dari manajemen Persebaya yang meminta izin kepada wali kota Balikpapan, untuk penggunaan Stadion Batakan. Surat itu bertanda tangan Manajer Persebaya, Candra Wahyudi.
Ram mengatakan, untuk sementara ini GBT tak bisa dipakai lantaran kerusakan pasca kerusuhan suporter Bonek usai duel Persebaya menjamu PSS Sleman, Selasa (29/10) lalu. GBT pun membutuhkan waktu untuk melakukan perbaikan.
"Jadi setelah kejadian itu [kerusuhan] memang kami sudah sampaikan, berbicara, karena waktunya cukup pendek, ada kemungkinan perbaikan itu. Terus setelah itu kita komitmen penyelesaian itu, kita bertanggung jawab penuh semua kerusakan itu," kata dia saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (31/10).
Sejumlah pendukung Persebaya, Bonek, melakukan pembakaran di Stadion GBT. (ANTARA FOTO/Moch Asim)