Jadi Ketua PSSI, Iwan Bule Fokus Piala Dunia U-20

CNN Indonesia | Sabtu, 02/11/2019 16:21 WIB
Jadi Ketua PSSI, Iwan Bule Fokus Piala Dunia U-20 Mochamad Iriawan bertekad membuat sepak bola Indonesia makin maju usai terpilih sebagai Ketua PSSI periode 2019-2023. (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mochamad Iriawan atau Iwan Bule mengungkapkan keberhasilannya menduduki kursi Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 adalah kemenangan untuk sepak bola Indonesia.

Iwan Bule menang mutlak usai meraih 82 suara dari total 86 voter yang diundang di Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (2/11). Dua pesaingnya yang tersisa, Rahim Soekasah dan Arif Putra Wicaksono tidak mendapat suara.

Tiga suara lainnya dianggap tidak sah. Sedangkan satu suara lain memilih walk out yakni perwakilan Persis Solo.


[Gambas:Video CNN]
"Ini bukan kemenangan saya, tapi kemenangan insan sepak bola Indonesia. Tentunya semua bertekad untuk memajukan sepak bola yang amat kita cintai ini karena kita juga bersyukur bahwa kita menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021," kata Iwan di sela-sela Kongres PSSI.

Sebelum KLB 2019 digelar, Iwan Bule mengaku sempat bertemu perwakilan FIFA di Bangkok, Thailand. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail waktu pertemuannya dengan FIFA dan siapa anggota FIFA yang bertemu dengannya tersebut.

Iwan Bule Usai Jadi Ketua PSSI: Piala Dunia U-20 PR Besar
Dalam pertemuan tersebut, Iwan mengungkapkan secara khusus membahas masalah persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. "Jadi ini [tuan rumah Piala Dunia U-20 2021] menjadi pekerjaan besar buat kita semua," ungkapnya.

Menjadi Ketua PSSI untuk empat tahun ke depan, menurut Iwan adalah amanah dari voters dan semua insan sepak bola Indonesia supaya ia bisa bekerja maksimal.

Iwan Bule bakal didampingi Cucu Soemantri dan Iwan Budianto sebagai Wakil Ketua Umum. Pada pemungutan suara, Cucu mendapatkan 81 suara dan Iwan dengan 74 suara dan unggul jauh dari lima lainnya yaitu Djamal Aziz, Esti Puji Lestari, Hasnuryadi Sulaiman, Yesayas Oktavianus, serta Hinca Pandjaitan. (TTF)