Hampir Jadi WNI, Beltrame Gugup Tampil di Depan DPR

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 20:31 WIB
Hampir Jadi WNI, Beltrame Gugup Tampil di Depan DPR Fabiano Beltrame selangkah lagi jadi WNI. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bek Persib Bandung, Fabiano Beltrame mengaku gugup berbicara di depan Komisi X DPR-RI dibanding mengeksekusi tendangan penalti di laga final.

Beltrame selangkah lagi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) usai mendapat persetujuan dari Komisi X dan Komisi III di Gedung DRP-RI, Kamis (7/11). Selain Beltrame, pebasket Payton Alexis Whitted juga hampir jadi WNI.

Dalam pertemuan dengan Komisi X DPR RI, Beltrame dan Payton diminta membacakan Pancasila. Meski sedikit gugup, Beltrame mengaku tidak terkendala dalam membacakan Pancasila.


Mantan bek Persela Lamongan itu mengatakan hanya tidak terbiasa berbicara di hadapan orang penting di Indonesia karena takut salah dalam berucap.

"Saya gugup karena membacanya di depan anggota dewan. Kalau tampil di lapangan penuh suporter saya tidak masalah. Tapi lebih sulit bicara di depan mereka [anggota Komisi X DPR RI] daripada menendang penalti di laga final," ujar Beltrame.

Fabiano Beltrame belum pernah tampil untuk Persib Bandung di pertandingan resmi.Fabiano Beltrame belum pernah tampil untuk Persib Bandung di pertandingan resmi. (CNN Indonesia/Huyogo)
Untuk menjadi WNI, Beltrame masih harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM yang juga disetujui Presiden Joko Widodo. Setelah itu selesai, Beltrame baru bakal diambil sumpahnya untuk menjadi WNI.

[Gambas:Video CNN]
"Saya di Indonesia sejak 2005 dan masyarakat Indonesia menerima saya dengan naik. Saya janji akan membawa nama baik Indonesia harum ke mana saja saya pergi, dan saya akan memberikan contoh yang baik untuk masyarakat Indonesia," ucap Beltrame.

Hampir Jadi WNI, Beltrame Gugup Tampil di Depan DPR
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP, Irine Yusiana Roba, mengatakan ke depannya bakal membuat pakem baru sebagai syarat untuk atlet yang akan dinaturalisasi. Salah satu indikatornya masih dalam usia emas supaya bisa memberikan banyak kontribusi untuk Indonesia dalam jangka panjang.


"Naturalisasi pasti ada dampak positifnya juga. Tapi harus ada syarat-syarat yang tepat. Pemahaman soal naturalisasi dan golden age ini harus disepakati dahulu nantinya. Dibuat aturan mainnya seperti apa," ucap Irine. (ttf/ptr)