Ketika kabar kepindahan Lorenzo dari Ducati ke Repsol Honda menyeruak pada akhir musim lalu, bayangan mengenai duet dan duel Lorenzo dengan Marc Marquez bakal menjadi tontonan yang seru.
Lihat juga:Lorenzo Resmi Pensiun dari MotoGP |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cedera menjadi salah satu faktor yang menyurutkan performa Jorge Lorenzo di MotoGP. (AP Photo/FL Wong) |
Tak ada lagi nama Lorenzo dalam persaingan perebutan gelar juara dunia. Alih-alih bersaing dengan Marquez, Andrea Dovizioso, Maverick Vinales, atau Fabio Quartararo dalam sebuah seri balap MotoGP 2019, Lorenzo lebih sering adu cepat dengan pebalap semenjana yang lain.
Beban motor yang terlalu condong ke ban depan ketika menikung, sasis, rem, ban yang aus, serta masalah ergonomi lain sempat membuat Lorenzo bertandang ke markas Honda di Jepang. Namun setelah itu tidak ada kemajuan berarti yang ditampakkan Lorenzo di atas lintasan.
Kecelakaan di MotoGP Catalunya 2019 dan di latihan MotoGP Belanda 2019 malah menambah nilai merah Lorenzo. Setelah gagal start di MotoGP Belanda, Lorenzo yang mengalami cedera punggung tidak bisa mengikuti balapan di MotoGP Jerman, MotoGP Ceko, dan MotoGP Austria.
Menyikapi kemunduran Lorenzo, pihak Honda justru menganggap tidak ada masalah dengan motor. Manajer tim Repsol Honda, Alberto Puig, pernah menyebut Lorenzo kehilangan motivasi dan keberanian.
Kini, Lorenzo resmi pensiun setelah melewati musim terburuk dalam kariernya.
"Seperti yang Anda sudah bayangkan sebelumnya, saya di sini untuk mengumumkan bahwa hari ini telah tiba saatnya bagi saya. Ini akan menjadi balapan terakhir saya di MotoGP," kata Lorenzo dalam konferensi pers di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, pada pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. (nva/har)
Cedera menjadi salah satu faktor yang menyurutkan performa Jorge Lorenzo di MotoGP. (AP Photo/FL Wong)