Lorenzo Pensiun: Juara Dunia MotoGP yang Turun Kasta

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 21:35 WIB
Lorenzo Pensiun: Juara Dunia MotoGP yang Turun Kasta Jorge Lorenzo mengalami kemerosotan penampilan pada MotoGP 2019. (LUIS GENE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jangan cari nama Jorge Lorenzo di papan atas klasemen pebalap MotoGP 2019. Mantan juara dunia MotoGP itu sudah turun kasta menjadi pebalap papan bawah dan resmi mengumumkan pensiun, Kamis (14/11).

Ketika kabar kepindahan Lorenzo dari Ducati ke Repsol Honda menyeruak pada akhir musim lalu, bayangan mengenai duet dan duel Lorenzo dengan Marc Marquez bakal menjadi tontonan yang seru.

Repsol Honda tetap berjaya, Marquez pun tak tergoyahkan sebagai juara dunia, sementara Lorenzo gagal memenuhi ekspektasi dan bahkan mengakhiri musim ini lebih buruk ketimbang saat membela Ducati pada 2017 dan 2018.


Sekalipun menjadi juara pada seri penutup, Lorenzo dipastikan tidak bakal masuk peringkat 10 besar. Padahal ketika menunggangi motor Ducati Desmosedici pada 2017 dan 2018, pebalap Spanyol itu finis di peringkat ketujuh dan kesembilan.

Lorenzo, dari Juara Dunia ke Penggembira MotoGPCedera menjadi salah satu faktor yang menyurutkan performa Jorge Lorenzo di MotoGP. (AP Photo/FL Wong)
Menghasilkan 25 poin dari 18 balapan, capaian Lorenzo kalah jauh ketimbang Marquez yang mengoleksi 395 poin. Kondisi tersebut membuat Repsol Honda mengandalkan Marquez dalam perburuan gelar juara dunia tim.

Cedera yang dialami Lorenzo pada musim 2018 ditengarai turut mempengaruhi kondisi fisik pebalap berjuluk X-Fuera. Selain itu kecelakaan-kecelakaan yang dialami juga diakui Lorenzo turut memantik trauma pada saat memacu motor.

Tak ada lagi nama Lorenzo dalam persaingan perebutan gelar juara dunia. Alih-alih bersaing dengan Marquez, Andrea Dovizioso, Maverick Vinales, atau Fabio Quartararo dalam sebuah seri balap MotoGP 2019, Lorenzo lebih sering adu cepat dengan pebalap semenjana yang lain.

Lorenzo, dari Juara Dunia ke Penggembira MotoGP
Selain cedera, proses adaptasi motor tampak memegang peranan penting dalam keterpurukan Lorenzo. Pebalap yang pernah menjadi juara dunia 250cc itu membutuhkan waktu lama untuk nyetel dengan motor RC-213V andalan Honda.

Beban motor yang terlalu condong ke ban depan ketika menikung, sasis, rem, ban yang aus, serta masalah ergonomi lain sempat membuat Lorenzo bertandang ke markas Honda di Jepang. Namun setelah itu tidak ada kemajuan berarti yang ditampakkan Lorenzo di atas lintasan.

Kecelakaan di MotoGP Catalunya 2019 dan di latihan MotoGP Belanda 2019 malah menambah nilai merah Lorenzo. Setelah gagal start di MotoGP Belanda, Lorenzo yang mengalami cedera punggung tidak bisa mengikuti balapan di MotoGP Jerman, MotoGP Ceko, dan MotoGP Austria.

Sempat meraih poin 'seadanya' di MotoGP Inggris dan MotoGP San Marino, Lorenzo seperti hanya menjadi pebalap penggembira di MotoGP Aragon, MotoGP Thailand, MotoGP Jepang, dan MotoGP Australia, sebelum kembali mendapat poin di MotoGP Malaysia.

Menyikapi kemunduran Lorenzo, pihak Honda justru menganggap tidak ada masalah dengan motor. Manajer tim Repsol Honda, Alberto Puig, pernah menyebut Lorenzo kehilangan motivasi dan keberanian.

Kini, Lorenzo resmi pensiun setelah melewati musim terburuk dalam kariernya.

"Seperti yang Anda sudah bayangkan sebelumnya, saya di sini untuk mengumumkan bahwa hari ini telah tiba saatnya bagi saya. Ini akan menjadi balapan terakhir saya di MotoGP," kata Lorenzo dalam konferensi pers di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, pada pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. (nva/har)