Analisis

Marquez 'The One Man Show'

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Sabtu, 16/11/2019 09:01 WIB
Marquez 'The One Man Show' Marc Marquez menunjukkan dominasi absolut di MotoGP 2019. (AP Photo/Gemunu Amarasinghe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Marc Marquez memperlihatkan dominasi luar biasa di MotoGP 2019. Marquez tidak terkejar pebalap lain dan menunjukkan one man show.

Hingga saat ini musim terbaik Marquez masih terjadi pada MotoGP 2014, ketika The Baby Alien menyapu sepuluh kemenangan beruntun di awal musim dan total 13 kemenangan. Tapi, apa yang dilakukan Marquez musim ini tidak kalah fenomenal.

Tidak pernah sejak Valentino Rossi pada musim 2002 ada pebalap yang selalu naik podium pertama atau kedua jika menyelesaikan balapan. Itulah yang dilakukan Marquez di MotoGP 2019, setidaknya hingga sebelum balapan MotoGP Valencia.


Kecuali gagal finis di MotoGP Amerika Serikat, Marquez selalu naik podium satu atau dua pada 17 seri balapan MotoGP 2019 dengan meraih sepuluh kemenangan. Selain raihan podium, pebalap berjuluk The Baby Alien itu juga mendominasi di semua catatan statistik.

Selain menjadi pebalap dengan torehan kemenangan dan podium terbanyak musim ini, Marquez juga meraih pole terbanyak, pebalap dengan memimpin lap terbanyak, dan memecahkan rekor poin dalam satu poin di MotoGP. Dengan koleksi 395 poin jelang MotoGP Valencia, Marquez sudah mengalahkan rekor 383 poin milik Jorge Lorenzo pada musim 2010.
Marquez pantas dianggap sebagai one man show di MotoGP 2019. Pasalnya, sukses Honda musim ini hanya karena kehebatan Marquez. Hingga kini Honda sudah memastikan gelar juara dunia pebalap dan konstruktor karena dominasi Marquez.

Marc Marquez menjadi juara dunia MotoGP 2019 saat musim menyisakan empat balapan.Marc Marquez menjadi juara dunia MotoGP 2019 saat musim menyisakan empat balapan. (AP Photo/Vincent Thian)
Marquez seakan-akan bekerja keras sendiri mengangkat Honda di MotoGP 2019. Terpuruknya Jorge Lorenzo yang baru mengoleksi 25 poin hingga jelang MotoGP Valencia 2019 membuat Marquez menjadi satu-satunya harapan Honda untuk merebut sukses.

Predikat one man show pantas didapat Marquez karena tiga pebalap Honda lainnya terpuruk. Lorenzo kesulitan beradaptasi karena cedera hingga memutuskan pensiun, sementara Cal Crutchlow dan Takaaki Nakagami kesulitan bersama LCR Honda. Crutchlow menjadi satu-satunya pebalap Honda yang mampu naik podium selain Marquez musim ini.

Selama ini Honda mendapat kritikan, bahkan dari Lorenzo dan Crutchlow, karena dianggap membangun sepeda motor khusus untuk gaya membalap Marquez. Hanya Marquez yang mampu menjinakkan Honda RC213V.

Marquez 'The One Man Show'
"Yang akan saya lakukan [jika saya pihak Honda] adalah berusaha mendesain sepeda motor yang bisa ditunggangi lebih dari satu pebalap," ujar Lorenzo.

Manajer Teknik HRC Takeo Yokoyama mengatakan fokus utama Honda tahun lalu adalah membuat mesin RC213V 2019 lebih bertenaga demi mengimbangi kecepatan Desmosedici milik Ducati. Yokoyama mengaku tidak khawatir Honda membuat mesin RC213V lebih agresif, karena dia yakin Marquez bisa mengatasinya.

"Kami tahu sepeda motor ini lebih sulit daripada musim lalu, karena target kami adalah memiliki mesin dengan tenaga maksimal, karena kami tahu kami punya Marquez yang bisa menghadapi berbagai macam masalah sulit dengan sepeda motor. Kami memutuskan untuk melakukannya, dan sesuai harapan, Marquez bisa mengatasi dengan baik, bahkan lebih baik daripada yang kami harapkan," ujar Yokoyama.

Merusak Persaingan

Honda dan Marquez benar-benar memanfaatkan kombinasi sepeda motor dan pebalap yang tepat musim ini. Saking tepatnya, dominasi Marquez dianggap membuat persaingan di MotoGP 2019 membosankan.

[Gambas:Video CNN]
Betapa tidak, Marquez sudah memastikan gelar juara dunia MotoGP 2019 di GP Thailand saat seri balapan menyisakan empat balapan. Jarak poin antara Marquez dengan Andrea Dovizioso di posisi kedua jelang MotoGP Valencia 2019 juga sangat timpang, yakni 139 poin.

Yamaha menjadi tim yang paling dipermalukan Marquez musim ini. Torehan poin Maverick Vinales dan Valentino Rossi jika ditambahkan tidak mampu mengalahkan Marquez musim ini. Jumlah poin Vinales dan Rossi jika ditambahkan jelang MotoGP Valencia 2019 adalah 367 poin, sementara Marquez sudah memiliki 395 poin.

Keberhasilan Marquez merebut gelar juara dunia MotoGP dalam empat musim terakhir terkesan tidak bagus untuk ajang balap motor kelas primer Grand Prix itu. Namun, setidaknya ada secercah harapan musim depan akan lebih seru melihat kebangkitan Yamaha di beberapa seri terakhir.

Vinales meraih empat finis podium, termasuk satu kemenangan di Malaysia, dalam tujuh balapan terakhir. Sedangkan Fabio Quartararo terus menunjukkan tanda-tanda akan menjadi rival utama Marquez di MotoGP 2020. (har)