Daud Yordan Rebut Gelar Juara Dunia Usai Menang TKO

CNN Indonesia | Minggu, 17/11/2019 16:28 WIB
Daud Yordan Rebut Gelar Juara Dunia Usai Menang TKO Ilustrasi pertarungan Daud Yordan. (Dok Mahkota Promotion)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petinju Indonesia Daud Yordan menyabet gelar juara dunia kelas ringan super versi IBA dan WBO Oriental usai mengalahkan Michael Mokoena dengan kemenangan TKO pada ronde delapan di Jatim Park 3 Kota Batu, Minggu (17/11).

Seperti dilansir Antara, Daud Yordan sempat bermain hati-hati di awal pertarungan. Begitu juga dengan lawan asal Afrika Selatan. Namun, petinju asal Kayong Utara, Kalimantan Barat itu sempat terpeleset pada ronde dua.

Tidak ingin malu, Daud Yordan memberikan perlawanan sengit pada ronde keempat. Sang lawan, Mokoena juga sempat goyah karena kerasnya pukulan petinju di bawah naungan Mahkota Promotions itu. Beruntung petinju asal Afrika Selatan itu langsung merangkul Daud Yordan.


Mokoena tidak tinggal diam. Unggul jangkauan dan tinggi badan, petinju 32 tahun itu juga memberikan perlawanan sengit hingga beberapa pukulan mendarat di wajah Daud Yordan. Seperti yang terjadi di pengujung ronde lima.

[Gambas:Video CNN]
Pertarungan semakin ketat di ronde keenam. Kedua petinju saling bergantian melancarkan pukulan mengenai sasaran. Daud Yordan juga sempat ditekan sehingga pukulan Mokoena mendarat di wajahnya. Begitu juga dengan pukulan petinju yang akrab dipanggil Cino itu.

Kelincahan Mokoena dalam menghindar dilakukan pada ronde tujuh. Setelah memukul Daud langsung berlari menghindar. Kondisi ini membuat wakil tuan rumah harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengejar petinju yang cukup aktif itu.

Daud Yordan Juara Dunia Usai Menang TKO
Petaka bagi Mokoena terjadi pada ronde delapan. Tangan kanannya tidak bisa maksimal digerakkan karena mengalami cedera yang cukup parah. Meski sempat memberikan perlawanan, akhirnya Mokoena menyerah dan wasit menghentikan pertarungan.

Setelah dinyatakan menang TKO oleh wasit pada ronde delapan, Daud Yordan langsung mendatangi Mokoena yang berada di matras tidak jauh dari petinju andalan Indonesia.

Tim medis langsung bergerak cepat untuk memberikan pertolongan kepada petinju yang baru pertama kali bertanding di luar Afrika Selatan itu. (Antara/har)