ANALISIS

Jangan Sia-siakan Loyalitas Suporter, Timnas Indonesia

CNN Indonesia | Selasa, 19/11/2019 08:17 WIB
Jangan Sia-siakan Loyalitas Suporter, Timnas Indonesia Timnas Indonesia tidak boleh lagi mengecewakan suporter. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia perlu lebih memandang pengorbanan suporter Tim Merah Putih saat menghadapi Malaysia dalam pertandingan kelima Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11).

Tuan rumah tentu lebih diunggulkan atas Indonesia dalam pertandingan nanti. Terlebih lagi, di laga sebelumnya Malaysia sukses mengalahkan Thailand 2-1.

Masalah internal seputar pergantian pelatih kian memberatkan upaya Timnas Indonesia untuk maksimal di kandang musuh bebuyutannya tersebut.


Meski demikian, peluang Indonesia untuk bisa revans di pertandingan nanti tetap terbuka. Pada pertemuan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 5 September, Indonesia kalah 2-3 dari Harimau Malaya.

Kekalahan itu makin pahit bagi Indonesia dan fan setianya lantaran kerusuhan suporter muncul di pengujung laga. Sanksi dari FIFA berupa denda kian menambah duka Indonesia.

Karena itu, kepentingan suporter perlu dikedepankan Timnas Indonesia yang kini ditangani Yeyen Tumena. Hiburan menarik dibutuhkan fan yang tengah gelisah karena kecewa dengan performa Tim Merah Putih, terutama untuk mereka yang loyal datang ke Bukit Jalil.

Timnas Indonesia punya peluang revans lawan Malaysia.Timnas Indonesia punya peluang revans lawan Malaysia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Apalagi, demi bisa menyaksikan tim kesayangannya di Kuala Lumpur, suporter Indonesia harus rela melepas jersey kebesaran. Itu dilakukan karena suporter Indonesia khawatir ada aksi balasan dari suporter Malaysia terkait kerusuhan di GBK, September lalu.

Melihat kondisi itu Timnas Indonesia seharusnya peka. Meski tengah limbung, performa terbaik dan maksimal perlu mereka tunjukkan, tidak lagi jadi lumbung gol lawan.

Indonesia boleh jadi punya rapor buruk ketika bermain di Kuala Lumpur. Garuda tidak pernah menang selama 19 tahun di kandang Malaysia, atau tepatnya 5.428 sejak kemenangan 4-1 di Piala AFF 2004.

[Gambas:Video CNN]
Meski demikian, kemenangan 4-1 pada 3 Januari 2005 itu tetap jadi bukti, Indonesia punya kesempatan untuk revans dan membalas kekalahan 2-3 di GBK. Indonesia perlu menjaga gengsi untuk tidak kehilangan malu atas Malaysia dalam dua laga beruntun.

Kemenangan 2-1 atas Thailand di laga sebelumnya berpeluang membuat Malaysia dalam euforia. Yanto Basna dan kawan-kawan perlu lebih jeli melihat situasi itu dan memanfaatkannya jadi peluang gol.

Peluang ke Piala Asia

Perjuangan keras di Bukit Jalil nanti bukan saja demi pengorbanan suporter Indonesia, tetapi juga untuk tiket Piala Asia 2023.

Kemenangan atas Malaysia bisa membuka peluang Indonesia ke Piala Asia 2023.Kemenangan atas Malaysia bisa membuka peluang Indonesia ke Piala Asia 2023. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kemenangan atas Malaysia bisa membuka harapan bagi Tim Merah Putih untuk bisa lolos ke Piala Asia 2023.

Peluang Tim Merah Putih melaju ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 relatif tipis. Saat ini Timnas Indonesia berada di dasar klasemen Grup G tanpa meraih poin setelah menelan empat kekalahan.

Sedangkan tim-tim yang berhak lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 adalah yang menjadi juara dan runner-up grup. Jarak Indonesia dengan Thailand yang saat ini berada di posisi kedua 7 poin.

Tetapi, harapan Irfan Bachdim dan kawan-kawan untuk Kualifikasi Piala Dunia belum putus, hanya lebih berat karena minimal harus berada di posisi kedua dengan menyisakan empat pertandingan.

Dalam empat pertandingan tersisa ke depan, selain laga tandang melawan Malaysia, Indonesia juga akan dijamu Thailand pada 26 Maret 2020, lalu menjamu Uni Emirat Arab pada 31 Maret tahun depan, dan bertandang ke markas Malaysia pada 4 Juni 2020.

Langkah Skuat Garuda mendapatkan tiket ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia makin menemui jalan berliku karena tengah menghadapi konflik internal seputar pergantian pelatih.

Jangan Sia-siakan Loyalitas Suporter, Timnas Indonesia
Beratnya jalan ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 perlu disiasati Timnas Indonesia dengan mengalihkan fokus ke Piala Asia 2023.

Peluang Indonesia ke Piala Asia 2023 sedikit lebih ringan dibanding memaksakan ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Guna membuka kans ke Piala Asia 2023, Indonesia perlu berada di peringkat ketiga klasemen akhir Grup G. Jarak Indonesia dengan Uni Emirat Arab yang ada di posisi ketiga, 6 poin. UEA dengan Malaysia sama-sama mengoleksi 6 poin.

Dikutip dari Scroll.In, sebanyak 16 tim akan bersaing di babak ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023, atau satu langkah di belakang putaran final. Jumlah 16 tim itu terdiri dari empat tim yang memiliki poin terburuk di posisi runner-up, ditambah delapan tim peringkat ketiga, dan empat tim terbaik di peringkat keempat grup.

Sedangkan juara dan empat runner-up terbaik di grup Kualifikasi Piala Dunia 2022 ini secara otomatis akan langsung meraih tiket ke putaran final Piala Asia 2023 di China.

Sementara itu, empat tim dengan poin terburuk di peringkat keempat ditambah delapan tim di posisi kelima akan bertarung di babak play-off untuk mendapatkan delapan tiket ke babak ketiga.

Dengan sukses di Kualifikasi Piala Asia 2023, sekalipun gagal di Kualifikasi Piala Dunia 2022 setidaknya jadi penawar bagi kekecewaan suporter terkait naik-turun performa Timnas Indonesia. (sry)