Analisis

Duet Marc-Alex Marquez, Pilihan Tanpa Drama Honda

Bowie Haryanto, CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 06:59 WIB
Duet Marc-Alex Marquez, Pilihan Tanpa Drama Honda Marc Marquez dan Alex Marquez akan berada satu tim di MotoGP 2020. (JOSE JORDAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keputusan tidak mengejutkan diambil Honda Racing Corporation (HRC) yang memilih Alex Marquez sebagai pengganti Jorge Lorenzo di Repsol Honda. Sebuah keputusan yang aman untuk Honda di MotoGP.

Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, HRC pada Senin (18/11) malam mengeluarkan keputusan merekrut Alex sebagai pengganti Lorenzo. Alex dikontrak satu musim dan akan mendampingi sang kakak, Marc Marquez, di MotoGP 2020.

Alex yang berstatus juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019 mengalahkan Johann Zarco dan Cal Crutchlow. Sejarah pun tercipta. Untuk kali pertama dalam era MotoGP ada pebalap kakak-adik yang menjadi rekan setim.


Alex menjadi rekan setim ketiga berbeda Marc Marquez dalam tiga musim terakhir di MotoGP. Sebelumnya, Marc berada satu garasi dengan Dani Pedrosa (2013-2018) dan Jorge Lorenzo (2019).

Duet Marc-Alex Marquez, Pilihan Tanpa Drama HondaMarc Marquez dan Alex Marquez akan mencetak sejarah di MotoGP 2020. (JOSE JORDAN / AFP)
Keputusan HRC memilih Alex sejak awal sudah diprediksi. Pasalnya, Marc terus memberikan pujian untuk Alex sejak Lorenzo memutuskan pensiun. Manajer tim Repsol Honda Alberto Puig membantah Marc Marquez mendesak HRC untuk memilih Alex. Puig menganggap Alex layak menjadi pengganti Lorenzo karena berstatus juara dunia Moto2 2019.

"Saya pikir kami membuat keputusan yang tepat. Alex pantas dipilih bukan karena nama belakangnya, tapi karena dia juara dunia. Marc tidak mempengaruhi keputusan kami," ujar Puig dikutip dari GP One.

Memang sudah saatnya Alex tampil di MotoGP. Pebalap dengan nomor 73 itu sudah terlalu lama berkarier di Moto2. Alex selalu berada di bayang-bayang Marc Marquez. Bahkan sejumlah pebalap seangkatan Alex sudah lebih dulu tampil di MotoGP, seperti Franco Morbidelli, Pecco Bagnaia, Joan Mir, dan Miguel Oliveira.

Tanpa desakan dari Marc Marquez, Alex jelas pilihan terbaik untuk Repsol Honda. Kenapa begitu? Karena keberadaan Alex di garasi Repsol Honda tidak akan menciptakan drama perseteruan dengan Marc.

Marc bisa saja mengatakan tidak peduli dengan Alex yang berstatus adiknya. Marc mengaku akan tetap berusaha mengalahkan Alex dan finis di depan adiknya. Dalam MotoGP memang ada peraturan tidak tertulis: "Rival utama Anda dan lawan pertama yang harus dikalahkan adalah rekan setim."

Duet Marc-Alex Marquez, Pilihan Tanpa Drama HondaMarc Marquez akan bersaing di atas trek dengan sang adik Alex Marquez. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)
Namun, sulit untuk melihat akan ada perseteruan di antara kakak-adik di garasi Repsol Honda musim depan. Pasalnya, Alex selama ini dikenal sebagai sosok yang 'sayang kakak'. Alex sering terlihat kagum terhadap sang kakak, terutama setiap Marc meraih kemenangan atau pun merebut gelar juara dunia.

Kalaupun ada persaingan terjadi antara Marc dan Alex Marquez di MotoGP 2020, hal itu mungkin hanya akan berlangsung di atas trek. Dengan pebalap yang masih minim pengalaman di MotoGP ditambah status sebagai adik, Alex dipastikan tidak akan 'neko-neko' jika menghadapi Marc. Alex bukan pebalap yang akan memulai perseteruan dengan sang kakak.

[Gambas:Video CNN]
Itu sebabnya Alex pantas dianggap sebagai pilihan yang aman untuk Repsol Honda. Lain ceritanya jika HRC memilih Zarco atau Crutchlow sebagai pengganti Lorenzo. Pemilihan Zarco atau Crutchlow bisa menciptakan perpecahan di garasi Repsol Honda.

Sosok Zarco dan Crutchlow dikenal sebagai pebalap yang kritis. Mereka tidak akan segan-segan mengkritik tim sendiri jika mendapatkan sepeda motor yang tidak kompetitif.

Duet Marc-Alex Marquez, Pilihan Tanpa Drama Honda
Sebagai contoh, Zarco tidak segan untuk meninggalkan KTM di tengah musim MotoGP 2019 setelah terpuruk bersama tim asal Austria tersebut. Sedangkan Crutchlow beberapa kali mengkritik Honda karena menganggap terlalu fokus kepada Marc Marquez dalam membangun sepeda motor.

Crutchlow juga bisa menjadi duri dalam tim Repsol Honda karena memiliki hubungan tidak harmonis dengan Marc Marquez. Pada pengujung MotoGP 2018, Marc dikabarkan menolak kehadiran Crutchlow sebagai pengganti Dani Pedrosa. HRC kemudian memilih Lorenzo sebagai rekan setim Marquez.

Menariknya, garasi Repsol Honda beberapa kali mengalami masalah dengan duet Marc Marquez dan Lorenzo. Kedua pebalap sempat beberapa kali cekcok. Beruntung bagi Repsol Honda, kondisi itu tidak mengganggu fokus Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2019.

Repsol Honda tidak membutuhkan drama di MotoGP 2020. Terlebih Yamaha terus menunjukkan peningkatan performa yang cukup signifikan di beberapa seri terakhir musim 2019. Untuk itulah Alex pilihan yang aman bagi Repsol Honda, karena HRC tahu tidak akan ada drama perseteruan antara Marc Marquez dan sang adik.