Di cabang olahraga dayung, Indonesia tampil di tiga disiplin, kano/kayak, traditional boad race (TBR), dan rowing. Dari ketiga nomor itu tim dayung Indonesia menargetkan enam medali emas.
Lihat juga:Indonesia Tambah Dua Emas di SEA Games 2019 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badai yang terjadi di Filipina menyebabkan sejumlah pertandingan mengalami pengunduran. Salah satunya kano/kayak yang dijadwalkan pada 3-4 Desember diundur jadi 6-7 Desember. Sedangkan rowing tetap digelar pada 5-8 Desember.
Bandara di Manila ditutup karena topan Kammuri. (Ted ALJIBE / AFP) |
Selain mencemaskan puncak penampilan atlet, Budiman juga menuturkan efek buruk dari terjadinya badai Kammuri di Filipina. Persiapan tim dayung Indonesia di SEA Games 2019 ikut terganggu.
[Gambas:Video CNN]
"Latihan dilarang. Hari ini kano/kayak tidak ada latihan. Kemarin [Senin] latihan terbatas. Padahal topan belum ada, masih datar," tutur Budiman.
Waktu istirahat dua hari yang dimiliki tim dayung Indonesia juga akan hilang sebagai imbas perubahan jadwal karena topan Kammuri.
"Atlet kami ini kan main rangkap. Seperti di tanggal 7, paginya main di kayak, sorenya main di TBR. Indonesia dan Myanmar pasti rangkap. Tidak tahu negara lain. Tuan rumah enak bisa latihan kapan saja di sisi pantai lain yang tidak kena Topan," Budiman menjelaskan.
Tim TBR dijadwalkan berangkat dari Jakarta ke Manila pada Selasa (3/12) pukul 12.00 WIB, namun harus diundur karena Bandara Internasional Ninoy Aquino, Manila, Filipina yang ditutup sejak pukul 11.00 waktu setempat hingga pukul 23.00 dengan mempertimbangkan aspek kondisi cuaca. (ttf/jal)
Bandara di Manila ditutup karena topan Kammuri. (Ted ALJIBE / AFP)