Rochy dalam pebincangan dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu mengatakan atmosfer saat menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia kala itu sangat cair dan bersahabat. Kondisi itu didukung lewat manajemen yang dinilainya sangat apik dalam mengurus tim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemain Timnas Indonesia saat lolos ke final SEA Games 2019. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj) |
"Bisa dibilang, semua pemain mau berlari untuk memburu bola. Kami harus jujur bahwa saat itu bermain sangat mengandalkan kekuatan fisik yang jadi bagian dari taktik," terangnya.
[Gambas:Video CNN]
Di tengah persaingan yang ketat antar pemain, Rochi mendapat kepercayaan masuk dalam skuat utama. Padahal ada nama pemain senior lain yang biasa mengisi lini depan, seperti Bambang Nurdiansyah, Widodo C Putro, dan Peri Sandra.
Rochi berhasil cetak dua gol di fase grup, yakni ketika menang 2-0 saat menghadapi Malaysia, tepatnya setelah Widodo C Putro lebih dulu mencetak gol. Sedangkan gol kedua dibuat ketika Timnas Indonesia menang 2-1 atas Filipina setelah Ferryl Ramond Hattu mencetak gol pertama melalui tendangan penalti sekaligus sebagai penentu kemenangan Merah Putih.
Tampil di Stadion Rizal Memorial yang saat ini juga menjadi tempat pertandingan sepak bola di SEA Games 2019, Skuat Garuda kala itu lolos fase grup tanpa terkalahkan. Timnas Indonesia berhasil melaju ke semifinal usai mengalahkan Malaysia (2-0), Vietnam (1-0), dan Filipina (2-1).
"Emas yang kami raih di SEA Games 1991 akan selalu jadi kenangan manis dalam hidup saya. Saya yakin hal yang sama juga dirasakan rekan setim saya pada saat itu," tulis Rochi.
Setelah 28 tahun berlalu, Timnas Indonesia kembali memiliki peluang untuk mengulang kejayaan sepak bola di arena SEA Games. Pasukan Indra Sjafri bakal menghadapi Vietnam pada laga final SEA Games 2019 yang digelar di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (1/12). (ttf/bac)
Para pemain Timnas Indonesia saat lolos ke final SEA Games 2019. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj)