Sektor ganda putra terbilang punya peluang terbesar untuk meraih medali emas. Sejarah juga mencatat ganda putra jadi peraih medali emas terbanyak bagi Indonesia di Olimpiade.
Lihat juga:PSSI Sudah Putuskan Pelatih Timnas Indonesia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prestasi Kevin/Marcus di sepanjang 2019 cukup mengilap. Mereka mampu mengemas delapan gelar juara di berbagai ajang bergengsi termasuk Indonesia Open dan China Open yang berlabel super 1000.
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tak bisa mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada 2019. (dok. PBSI) |
Kevin/Marcus yang berstatus unggulan pertama justru tersingkir di semifinal. Peraih medali Asian Games 2018 itu kalah dari ganda Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe 11-21, 21-15, dan 21-10.
Kegagalan di BWF World Tour Finals 2019 memang bukan tolok ukur terhadap prestasi Kevin/Marcus di Olimpiade 2020. Tapi, setidaknya hasil ini bisa menjadi gambaran lawan terberat yang harus diatasi Kevin/Marcus di Tokyo.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe di final BWF World Tour Finals 2019. (Dok. PBSI) |
Endo/Watanabe merupakan salah satu atlet andalan tuan rumah di Olimpiade Tokyo 2020. Meski menempati peringkat kelima BWF, Endo/Watanabe punya catatan impresif saat melawan Kevin/Marcus.
Endo/Watanabe saat ini unggul 5-2 atas Kevin/Marcus. Menariknya, seluruh kemenangan ganda Jepang tersebut diraih pada 2019.
Itu artinya Endo/Watanabe sudah menemukan formula tepat untuk mematahkan permainan Kevin/Marcus yang terkadang terlalu percaya diri. Dukungan publik tuan rumah juga bisa menyuntik semangat jadi berlipat ganda.
[Gambas:Video CNN]
Dengan status sebagai tuan rumah, Endo/Watanabe tentu bisa tampil lebih mengerikan jika bermain di depan publik sendiri.
Meski demikian, Kevin/Marcus masih berhak menyandang ganda putra terbaik dunia. Keduanya punya kualitas serta etos kerja jempolan untuk membuat lawan bertekuk lutut.
Selain Kevin/Marcus, Indonesia masih memiliki Hendra/Ahsan dan Fajar/Rian yang akan memperebutkan satu dari dua slot milik Indonesia di sektor ganda putra. Sebab, satu slot lainnya kemungkinan besar akan menjadi kepunyaan Kevin/Marcus.
Fajar/Rian punya stamina yang oke dan kecepatan. Tapi, Ahsan/Hendra sarat pengalaman dan memiliki mental juara.
Indonesia juga masih punya kans mengirim wakil dari sektor tunggal putra (Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting) dan ganda campuran (Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti). Meski tidak diunggulkan, dua sektor ini juga diharapkan bisa mengibarkan Merah-Putih di Olimpiade tahun depan. (sry)
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tak bisa mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada 2019. (dok. PBSI)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe di final BWF World Tour Finals 2019. (Dok. PBSI)