ANALISIS

Harap-harap Cemas Badminton di Olimpiade 2020

Jun Mahares, CNN Indonesia | Selasa, 17/12/2019 07:37 WIB
Badminton yang jadi cabang andalan Indonesia di Olimpiade 2020 di Tokyo memiliki performa yang mencemaskan pada tahun 2019. Dua pasang ganda putra Indonesia menempati peringkat pertama dan kedua dalam ranking BWF. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak dimungkiri jika badminton masih jadi andalan Indonesia untuk meraih medali di Olimpiade 2020 di Tokyo. Tapi, asa tersebut mulai mencemaskan jika menillik rapor di sepanjang 2019.

Sektor ganda putra terbilang punya peluang terbesar untuk meraih medali emas. Sejarah juga mencatat ganda putra jadi peraih medali emas terbanyak bagi Indonesia di Olimpiade.

Hingga saat ini, ganda putra sudah tiga kali menyumbang emas Olimpiade. Ricky Subagja/Rexy Mainaky di Olimpiade Atlanta 1996, Tony Gunawan/Candra Wijaya di Olimpiade Sydney 2000, dan terakhir Markis Kido/Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing 2008.


Saat ini, Indonesia berpotensi mengukir medali emas keempat ganda putra di Olimpiade Tokyo 2020 lewat pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Prestasi Kevin/Marcus di sepanjang 2019 cukup mengilap. Mereka mampu mengemas delapan gelar juara di berbagai ajang bergengsi termasuk Indonesia Open dan China Open yang berlabel super 1000.

Harap-harap Cemas Bulutangkis di Olimpiade Tokyo 2020Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tak bisa mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada 2019. (dok. PBSI)
Tapi baru-baru ini, pasangan ranking satu dunia tersebut gagal melaju ke final BWF World Tour Finals 2019.

Kevin/Marcus yang berstatus unggulan pertama justru tersingkir di semifinal. Peraih medali Asian Games 2018 itu kalah dari ganda Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe 11-21, 21-15, dan 21-10.

Kegagalan di BWF World Tour Finals 2019 memang bukan tolok ukur terhadap prestasi Kevin/Marcus di Olimpiade 2020. Tapi, setidaknya hasil ini bisa menjadi gambaran lawan terberat yang harus diatasi Kevin/Marcus di Tokyo.

Harap-harap Cemas Bulutangkis di Olimpiade Tokyo 2020Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe di final BWF World Tour Finals 2019. (Dok. PBSI)

Endo/Watanabe merupakan salah satu atlet andalan tuan rumah di Olimpiade Tokyo 2020. Meski menempati peringkat kelima BWF, Endo/Watanabe punya catatan impresif saat melawan Kevin/Marcus.

Endo/Watanabe saat ini unggul 5-2 atas Kevin/Marcus. Menariknya, seluruh kemenangan ganda Jepang tersebut diraih pada 2019.

Itu artinya Endo/Watanabe sudah menemukan formula tepat untuk mematahkan permainan Kevin/Marcus yang terkadang terlalu percaya diri. Dukungan publik tuan rumah juga bisa menyuntik semangat jadi berlipat ganda.

[Gambas:Video CNN]
Dengan status sebagai tuan rumah, Endo/Watanabe tentu bisa tampil lebih mengerikan jika bermain di depan publik sendiri.

Meski demikian, Kevin/Marcus masih berhak menyandang ganda putra terbaik dunia. Keduanya punya kualitas serta etos kerja jempolan untuk membuat lawan bertekuk lutut.

Harap-harap Cemas Bulutangkis di Olimpiade Tokyo 2020
Masih ada sekitar enam bulan ke depan untuk membenahi fisik dan mental bertanding di pesta olahraga multiajang tertinggi di dunia.

Selain Kevin/Marcus, Indonesia masih memiliki Hendra/Ahsan dan Fajar/Rian yang akan memperebutkan satu dari dua slot milik Indonesia di sektor ganda putra. Sebab, satu slot lainnya kemungkinan besar akan menjadi kepunyaan Kevin/Marcus.

Fajar/Rian punya stamina yang oke dan kecepatan. Tapi, Ahsan/Hendra sarat pengalaman dan memiliki mental juara.

Dengan usia yang tak lagi muda, Ahsan/Hendra masih mampu meraih sederet gelar termasuk BWF Tour Finals 2019. Uniknya, The Daddies berhasil mengalahkan Endo/Watanabe, pasangan Jepang yang setahun terakhir jadi momok Kevin/Marcus.

Indonesia juga masih punya kans mengirim wakil dari sektor tunggal putra (Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting) dan ganda campuran (Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti). Meski tidak diunggulkan, dua sektor ini juga diharapkan bisa mengibarkan Merah-Putih di Olimpiade tahun depan. (sry)