ANALISIS

Menanti Gol Messi Bersemi Kembali di El Clasico

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Rabu, 18/12/2019 07:15 WIB
Menanti Gol Messi Bersemi Kembali di El Clasico Lionel Messi diharapkan kembali tajam di El Clasico. (AP Photo/Joan Monfort)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lionel Messi adalah pemain tersubur di laga El Clasico namun taji La Pulga belum terlihat lagi di beberapa duel terakhir Barcelona lawan Real Madrid.

Messi terakhir kali mencetak gol pada laga El Clasico 7 Mei 2018. Saat itu Messi menyumbang satu gol dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-2.

Setelah momen itu, Messi satu kali absen yaitu pada saat Barcelona menghancurkan Madrid 5-1 (28 Oktober 2018) dan kemudian gagal mencetak gol di tiga kesempatan berikutnya. 


Entah ada hubungannya atau tidak, Messi tidak lagi mencetak gol sejak Ronaldo pergi dari Real Madrid. Messi seolah kehilangan gairah karena kehilangan pesaing terhebat dalam urusan mencetak gol ke gawang lawan.

Namun alasan tidak ada Ronaldo tentu bukan alasan yang logis dan bisa diterima sebagai penyebab terhentinya gol Messi di El Clasico pada angka 26. Dalam laga ini, Messi kembali dituntut untuk bisa unjuk gigi.

Ketajaman Messi selalu berbanding lurus dengan hasil positif yang bakal diraih Barcelona. Semakin sering Messi mencetak gol, peluang Barcelona untuk memenangkan pertandingan bakal semakin besar.

Pada musim ini, Barcelona dan Real Madrid sama-sama berada dalam performa yang meragukan. Barcelona bahkan sudah tiga kali menelan kekalahan dalam 16 laga yang mereka mainkan.

Zinedine Zidane juga tak benar-benar telah mengembalikan sihir miliknya dengan sempurna. Real Madrid masih tertatih-tatih dan gagal memaksimalkan beberapa kesalahan Barcelona.

Alhasil, meski Barcelona dan Real Madrid ada di posisi dua besar dengan nilai serupa [35 poin], kondisi kedua tim musim ini tidak menakutkan seperti sebelumnya. Barcelona dan Madrid musim ini terlihat lebih mudah disentuh dan dikejar oleh tim-tim lain.

Messi Pelindung Valverde

Ernesto Valverde tidak pernah benar-benar tenang dalam kursi pelatih Barcelona. Setelah 'hanya' meraih satu gelar La Liga musim ini, Valverde dianggap tidak bisa memaksimalkan pemain-pemain yang ada di skuat Barcelona saat ini.

Karena itu posisi Valverde di Barcelona musim ini dianggap sudah goyah. Valverde diyakini hanya bertumpu pada Messi dalam menyusun skema main Barcelona.

Messi, seperti biasanya di Barcelona, hampir tidak pernah mengecewakan ketika Barcelona butuh pertolongan.

Walaupun kolaborasi Messi dengan pemain baru seperti Antoine Griezmann masih belum padu, Barcelona dalam hari yang baik tetap bisa menampilkan permainan umpan-umpan pendek yang menawan.

Messi meski sudah berusia 32 tahun juga tetap menjadi pemain yang berbahaya seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pergerakan hafalan Messi dari sisi kiri pertahanan lawan untuk kemudian melakukan tusukan ke depan kotak penalti tetap bukan menjadi sebuah gerakan yang mudah dihafal dam dijegal lawan.

Umpan 1-2 Messi, terutama dengan Luis Suarez adalah alarm bahaya bagi pertahanan lawan. Kaki kiri Messi adalah senjata andalan Barcelona dan wabah berbahaya bagi lawan.

Menarik untuk melihat ketangguhan pertahanan Real Madrid untuk menjegal Messi di laga nanti. Dalam 16 pertandingan yang telah dilalui, Madrid baru kebobolan 12 gol.

Terlepas dari kegagalan Madrid untuk tampil konsisten musim ini, jumlah kebobolan 12 gol merupakan salah satu hal positif yang bisa jadi modal berharga mereka untuk mematikan Messi.

Valverde tidak akan bisa tenang melihat penampilan Barcelona melawan Real Madrid di laga ini. Kekalahan kandang akan makin mendekatkan dirinya pada pemecatan.

Andai Barcelona benar-benar tumbang di Camp Nou, usia Valverde sebagai pelatih Barcelona bisa jadi tidak akan panjang. Valverde bisa jadi sudah harus keluar dari Camp Nou sebelum musim berakhir.

Beberapa pekan lalu, rumor Pep Guardiola dan Mauricio Pochettino sebagai pelatih Barcelona berikutnya sudah mulai mengapung ke permukaan. Meski baru sebatas rumor, isu itu bisa jadi kenyataan jika Valverde terus akrab dengan hasil yang dianggap tidak memuaskan.

Dalam kondisi terdesak, Valverde bisa bersyukur memiliki Messi. Meski nanti Valverde dianggap terlalu mengaplikasikan taktik yang bertumpu pada Messi, pemain asli binaan Barcelona itu bisa mengakhiri paceklik gol di El Clasico dan jadi penyelamat nasib Valverde di laga ini. (sry)