Pengamat: Shin Tae Yong Bukan Pelatih Istimewa

CNN Indonesia | Rabu, 18/12/2019 15:51 WIB
Pengamat sepak bola nasional, Supriyono, menilai calon pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong bukan pelatih istimewa. Shin Tae Yong dianggap bukan pelatih istimewa. (GABRIEL BOUYS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat sepak bola nasional, Supriyono, menilai calon pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong bukan pelatih istimewa yang harus dikejar mati-matian oleh PSSI.

Mantan pemain Timnas Indonesia itu khawatir PSSI cemburu dengan keberhasilan Vietnam meraih medali emas SEA Games 2019 bersama pelatih asal Korea Selatan, Park Hang Seo.

Dalam dua tahun terakhir Vietnam memang meraih banyak prestasi di bawah kepemimpinan Park Hang Seo. Mulai juara Piala AFF 2018, lolos semifinal Asian Games 2018 serta jadi runner up Piala Asia U-23 2018.


Teranyar, The Golden Star tampil sebagai juara di SEA Games 2019 usai mengalahkan Timnas Indonesia tiga gol tanpa balas di Stadion Rizal Memorial, Selasa (10/12). Ini menjadi kekalahan kedua Indonesia dari Vietnam setelah sebelumnya bertemu di babak penyisihan Grup B.

"Jangan cemburu jadi latah. Cemburu karena Vietnam bisa progres prestasi sepak bolanya. Sedangkan latahnya, kenapa harus [pelatih asal] Korea? Negara kita lebih besar kok. Bisa lebih sukses dari Vietnam, tapi mau enggak?" ucap Supriyono kepada CNNIndonesia.com, Rabu (18/12).

Untuk bisa meraih label juara, lanjut Supriyono, banyak aspek yang harus dipenuhi. Bukan hanya menyoal pelatih berkualitas, tapi juga menyangkut masalah sarana prasarana, anggaran, kompetisi juga bibit unggul pemain yang pintar dan berwawasan.

Pengamat: Shin Tae Yong Bukan Pelatih IstimewaPelatih timnas Vietnam Park Hang Seo. (CNN Indonesia/Surya Sumirat)

Supriyono menyebut dengan pemilihan Shin Tae-Yong sebagai pelatih, PSSI ingin Timnas Indonesia bisa menaikkan level sepak bolanya seperti Korea Selatan. Selain itu ada perbaikan sistem di level timnas senior serta untuk memberikan wawasan bermain kepada para pemain.

"Pastinya kalau memang Shin Tae-Yong jadi [pelatih Timnas Indonesia], kita mau memperbaiki prestasi sepak bola kita dalam arti kata level sepak bola kita meningkat. Cuma kehadiran Tae-Yong ini tidak bisa disamakan juga dengan dengan Park Hang Seo."

"Tae Yong juga bukan pelatih istimewa. Karena dia pernah membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman di Piala Dunia saja. Kalau yang lainnya dia datar-datar saja. Jangan dibanding-bandingkan juga," jelas Supriyono.

Kehadiran Shin Tae Yong di Timnas Indonesia diharapkan Supriyono bisa menularkan militansi dan etos kerja kepada para pemain. Sebab, pola atau strategi permainan tidak akan berjalan maksimal jika tak diimbangi kecerdasan pemain.

Pengamat: Shin Tae Yong Bukan Pelatih Istimewa
"Tidak pengaruh dengan gaya bermain, yang penting pemain punya wawasan dan paham dengan sistem yang diterapkan. Masalahnya, bagaimana wawasan pemain kita?"

"Strategi, pola, atau formasi apapun yang digunakan kalau tidak diimbangi dengan pemain yang cerdas dan cerdik, sistem itu tidak akan bisa jalan maksimal siapapun pelatihnya," tutur Supriyono.

Supriyono yang kini aktif sebagai pandit di televisi olahraga mencontohkan kejeniusan para pemain Vietnam yang berhasil meredam Indonesia.

"Contoh saat di final SEA Games, bagaimana gerak Saddil [Ramdani] dimatikan. Park tau kekuatan Indonesia ada di mana dan pemainnya bisa menerapkan strategi itu dengan benar. Bagaimana pemain Vietnam membuat Evan [Dimas] cedera dengan kepintarannya," ungkap Supriyono. (TTF/jun)