Shin Tae Yong: Timnas Indonesia Harus Siap Main Bertahan

CNN Indonesia | Sabtu, 04/01/2020 16:38 WIB
Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong memberikan sinyal Timnas Indonesia harus siap main bertahan. Shin Tae Yong bicara soal permainan bertahan di Timnas Indonesia. (GABRIEL BOUYS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong memberikan sinyal Timnas Indonesia harus siap main bertahan.

Shin Tae Yong dikenal sebagai pelatih yang fanatik dengan permainan agresif dan sepak bola menyerang. Namun, ia akan menepikan pendekatan tersebut bergantung pada lawan yang dihadapi Tim Merah Putih.

"Saya akan menggunakan strategi yang cocok dengan tim. Melihat situasi sepak bola Indonesia, mereka tidak bisa benar-benar memainkan sepak bola ofensif," ujar Shin Tae Yong saat diwawancara salah satu media Korsel.


"Kami harus bersiap dengan sepak bola bertahan. Namun melawan tim dari Asia Tenggara, kami akan memakai taktik yang lebih ofensif," ia melanjutkan.

Shin Tae Yong: Timnas Indonesia Harus Siap Main BertahanShin Tae Yong fanatik dengan formasi 4-4-2. (CNN Indonesia/ Titi Fajriyah)
Menurut pelatih berusia 50 tahun itu Timnas Indonesia akan benar-benar tampil bertahan saat menghadapi tim kuat di Asia seperti Jepang atau Korsel.

"Menghadapi tim seperti Korsel dan Jepang, kami harus bermain bertahan. Kami harus memainkan sepak bola bertahan dengan cara yang efisien," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Shin Tae Yong merupakan pelatih yang lebih senang menggunakan formasi 4-4-2. Taktik Tae Yong ini hampir mirip dengan Simon McMenemy meski pelatih asal Skotlandia itu pernah memakai formasi 3-4-3 di Tim Merah Putih.

Shin Tae Yong: Timnas Indonesia Harus Siap Main Bertahan
Pake formasi Shin Tae Yong itu kontras dengan taktik yang digunakan Luis Milla saat melatih Timnas Indonesia dan Timnas Indonesia U-23. Juru racik formasi asal Spanyol itu gemar memakai formasi 4-2-3-1.

Formasi itu jarang diubah mantan pelatih timnas Spanyol U-21. Bahkan, taktik serupa pula yang digunakan Bima Sakti saat naik pangkat jadi pelatih kepala tim Merah Putih di Piala AFF 2018 menggantikan Milla. (jal/jun)