Pelatih Targetkan Hafiz/Gloria Peringkat Tujuh di Maret

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 02:55 WIB
Pelatih Targetkan Hafiz/Gloria Peringkat Tujuh di Maret Hafiz/Gloria tersingkir di babak pertama Indonesia Masters. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih ganda campuran Richard Mainaky menargetkan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja bisa menempati peringkat tujuh dunia pada Maret mendatang.

Berdasarkan pemutakhiran peringkat BWF terakhir yang keluar pada 14 Januari 2020, Hafiz/Gloria naik satu peringkat ke posisi delapan dunia. Meski begitu, posisi keduanya disebut belum aman untuk bisa memastikan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo karena masih ada tujuh turnamen perebutan poin sampai April mendatang.

Tujuh turnamen yang masih bakal diikuti Hafiz/Gloria untuk bisa mencapai target posisi ranking tujuh dunia yakni Jerman Open, All England, Swiss Open, India Open, Malaysia Open, Singapura Open dan Thailand Masters. Jarak satu turnamen dengan turnamen yang mepet disebut menjadi tanggung jawab Hafiz dan Gloria untuk mempersiapkan fisiknya.


Syarat sebuah negara bisa mengirim dua pasang ke Olimpiade adalah dua pasang tersebut harus berada di zona delapan besar pada kualifikasi Olimpiade.
Richard Mainaky memasang target posisi tujuh dunia di bulan Maret untuk Hafiz/Gloria.Foto: CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama
Richard Mainaky memasang target posisi tujuh dunia di bulan Maret untuk Hafiz/Gloria.

"Kalau soal fisik itu sudah risiko ya. Jadi tujuh turnamen ke depan harus benar-benar-benar dikejar. Saya yakin mereka bisa ke peringkat tujuh, di sisa tujuh turnamen ini," ucap Richard, Selasa (14/1).

Richard bakal mempersiapkan Hafiz/Gloria dari semua aspek, mulai dari teknik maupun fisik.

"Nanti kita akan bicarakan dan diskusikan dengan atlet untuk caranya," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, terkait kekalahan dari pasangan China Zheng Shi Wei/Huang Yaqiong 14-21, 13-21 di Indonesia Masters 2020, Richard mengatakan Hafiz/Gloria lambat sejak memulai gim pertama. Meski ada sedikit perubahan di gim kedua lewat pertahanan yang lebih rapat, tapi lawan yang merupakan unggulan pertama itu tidak memberikan kesempatan buat Hafiz/Gloria untuk mengembangkan permainannya.

"Saya rasa mereka pernah menang [Jepang Open 2019]. Setelah itu kalah-kalah terus. Jadi sepertinya ada sedikit ketidakpercayaan diri, kurang yakin karena masih melihat catatan rekor," terang Richard.

Hafiz/Gloria sendiri lebih menyalahkan kondisi Istora Senayan yang cukup berangin. Kekalahan di Indonesia Masters 2020 ini membuat catatan head to head keduanya dengan pasangan China menjadi 1-6. Hafiz/Faisal menegaskan bakal berusaha mati-matian di bulan Maret.

"Tekanan pasti besar tapi dalam diri pasti mau main di Olimpiade. Februari nanti tidak ada pertandingan. Tapi di Maret ada enam turnamen beruntun, jadi mau tidak mau kita mati-matian di sana. Hidup mati kita [lolos ke Olimpidae] di sana nanti," ujar Hafiz. (ptr)