ANALISIS

Kobe Bryant, Definisi Sukses karena Kerja Keras

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 13:04 WIB
Kobe Bryant, Definisi Sukses karena Kerja Keras Kobe Bryant meraih banyak sukses karena bekerja keras dan belajar dari yang terbaik. (Filippo MONTEFORTE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kobe Bryant adalah definisi atlet yang meraih banyak sukses karena kerja keras yang dijalani. Lewat mentalitas Mamba Hitam, Kobe menjelma menjadi salah satu pebasket NBA terhebat sepanjang sejarah.

Lima gelar cincin NBA, dua kali MVP Final, dan satu kali MVP NBA, adalah sedikit dari segudang prestasi yang diraih Kobe di dunia bola basket. Kobe, bersama Michael Jordan, sering dianggap sebagai pemain NBA terbaik sepanjang sejarah.

Kobe merupakan salah satu atlet yang terlahir bukan dengan bakat alami. Atlet yang meninggal di usia 41 itu harus bekerja keras untuk bisa menjadi salah satu atlet yang dihormati di dunia.


Ketika kali pertama masuk NBA pada 1996 bakat Kobe masih mentah. Del Harris pelatih pertama Kobe di NBA gagal mengeluarkan kemampuan terbaik Kobe. Baru di bawah asuhan Phil Jackson, Kobe menjadi pemain yang disegani.

Kobe Bryant belajar banyak dari Michael Jordan di NBA.Kobe Bryant belajar banyak dari Michael Jordan di NBA. (AFP PHOTO/VINCENT LAFORET)
Di awal kemunculannya Kobe sudah disebut-sebut sebagai 'The Next Michael Jordan'. Kobe dan Jordan punya satu kesamaan: mental kompetitif untuk selalu meraih kemenangan. Tapi, Phil Jackson mengaku sempat kesulitan melatih Kobe. Bahkan Jackson sampai minta bantuan Jordan.

Di tahun pertama melatih Lakers pada 1999, Jackson sempat minta tolong ke Jordan untuk memberi masukan ke Kobe. Ketika itu Jackson menganggap Kobe bermain terlalu egois dan memaksakan diri.

Kobe Bryant, Definisi Kerja Keras untuk Sukses
"Saya minta tolong ke Jordan untuk memberitahu Kobe. Dia sering berusaha menyelesaikan pertandingan dengan sendiri. Saya minta Jordan untuk meyakinkan Kobe agar dia lebih sabar dalam bermain, biarkan pertandingan datang ke dia saat dibutuhkan untuk melakukan sesuatu," ujar Jackson.

Jackson mengatakan Jordan tidak pernah sempat memberi Kobe nasihat karena pertemuan itu berakhir dengan cekcok. Hal itu dikarenakan Kobe langsung mengatakan, "Kamu tahu kalau saya bisa menghajar bokongmu dalam duel satu lawan satu."

Pertemuan itu mungkin menyadarkan Kobe. Kobe sadar dia harus bekerja keras untuk menjadi yang terbaik. Pemain yang sempat direkrut Charlotte Hornets sebelum ditukar ke Lakers itu langsung sukses merebut tiga gelar NBA secara beruntun pada 2000 hingga 2002. Kobe kemudian merebut dua gelar NBA tambahan pada 2009 dan 2010.

Belajar dari yang Terbaik

Kerja keras Kobe selama di NBA diakui rekan setimnya di Lakers. Byron Scott mengatakan Kobe sering berlatih shooting dua jam sebelum latihan, sedangkan John Celestand mengatakan Kobe selalu menjadi orang pertama yang berlatih di gym meski sedang cedera sekalipun.

[Gambas:Video CNN]
Kegilaan Kobe dalam berlatih juga terjadi saat memperkuat timnas Amerika Serikat. Ketika Olimpiade 2008, Kobe sering berlatih saat rekan setimnya tidur dan tidak pernah mau meninggalkan tempat latihan sebelum melakukan 800 shooting.

Namun, Kobe sadar kerja keras saja tidak cukup untuk menjadikannya pemain terbaik di NBA. Pemain yang sempat menghabiskan masa kecil di Italia itu kemudian menyontek permainan sejumlah pebasket hebat di NBA.

"Saya harus bekerja lebih keras. Tapi, bekerja keras saja tidaklah cukup. Saya harus mempelajari pemain-pemain lawan," ujar Kobe dikutip dari Players Tribune.

Kobe Bryant merebut lima gelar NBA sepanjang kariernya.Kobe Bryant merebut lima gelar NBA sepanjang kariernya. (STAN HONDA / AFP)
Kobe tidak malu untuk mengakui telah menyontek gaya permainan dan mentalitas Jordan. Pemain yang 18 kali tampil di NBA All-Star itu juga mengaku belajar main bertahan dari menyontek Scottie Pippen serta menyontek pergerakan Allen Iverson.

Kobe pernah mengoreksi gaya permainan hanya karena melihat foto saat menjaga Jordan pada 1998. Dalam tulisan Mamba Mentality di Players Tribune, foto pada 1998 itu membuatnya menjadi pemain bertahan yang lebih baik.

"Beruntung saya melihat foto ini pada 1998. Setelah mempelajari foto itu, saya memperbaiki postur dan keseimbangan badan. Setelah itu, lawan semakin sulit untuk melewati saya," tulis Kobe.

Kobe Bryant dan Gianna meninggal dalam kecelakaan helikopter.Kobe Bryant dan Gianna meninggal dalam kecelakaan helikopter. (AP Photo/Chris Carlson)
Menjadi yang terbaik di NBA kemudian menjadi sebuah obsesi bagi Kobe. Ketika Kobe menjuluki dirinya sebagai Black Mamba pada 2003, Kobe kemudian dikenal sebagai atlet dengan mental luar biasa.

"Saya menjalani setiap pertandingan seperti masalah hidup-mati. Tidak ada orang yang bisa mempengaruhi pikiran saya lagi. Tentu Anda bisa sukses tanpa terobsesi, tapi Anda tidak bisa mencapai level sukses seperti yang saya maksud tanpa obsesi. Itu adalah faktor penting untuk menjadi super sukses," ujar Kobe.

Kombinasi mental, kerja keras, dan kepandaian belajar dari pemain hebat membuat mendiang Kobe menjadi salah satu pebasket terhebat dalam sejarah NBA. (ptr)