Helmy Yahya: Hak Siar Liga 1 Lebih Mahal dari Liga Inggris

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 18:50 WIB
Helmy Yahya: Hak Siar Liga 1 Lebih Mahal dari Liga Inggris Helmy Yahya dipecat dari jabatan Dirut TVRI. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Direktur Utama (Dirut) TVRI Helmy Yahya mengungkapkan hak siar Liga Indonesia lebih mahal dibandingkan Liga Inggris.

Menurutnya, hak siar Liga Indonesia lebih mahal antara empat atau lima kali lipat dibandingkan Liga Inggris.

"Kalau ada yang bertanya, kenapa (TVRI) tidak membeli Liga Indonesia, Liga Indonesia harganya empat kali atau lima kali lipat dari Liga Inggris," kata Helmy dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/1).


Ia mengaku bersyukur TVRI dapat memegang hak siar Premier Inggris dengan harga yang sangat murah. Menurutnya, TVRI hanya perlu membayar US$2 juta untuk mendapatkan sejumlah program Premier League. Termasuk 76 pertandingan hingga sejumlah konten lainnya.

[Gambas:Video CNN]
"Harganya US$3 juta, US$1 juta itu komitmen diambil iklannya. Kami cuma bayar US$2 juta dolar. Kalau dihitung dapat 76 game, dapat preview, dapat highlight (selama) 1 jam (dalam) 38 minggu dapat after match 1 jam setelah match," kata Helmy.

Ia pun menyebut Liga Inggris sebagai killer content bagi TVRI. Menurutnya, Liga Inggris menjadi pintu masuk masyarakat menyaksikan program TVRI lainnya.

"Liga Inggris bagi kami adalah killer content, sebuah showcase, sebuah etalase, orang melihatnya dan dia akan masuk lalu dia akan belanja program-program yang lain yaitu sosialisasi kami, pendidikan kami, dan sebagainya," tutur Helmy.

Selain mendapat hak siar Liga Inggris, TVRI juga sempat mendapat kepercayaan menyiarkan laga internasional timnas sepak bola Indonesia.

Helmy Yahya: Liga Indonesia Lebih Mahal dari Liga InggrisLiga Inggris jadi salah satu tontonan favorit di Indonesia. (AP Photo/Ian Walton)
TVRI pun mendapatkan kepercayaan dari Badminton World Federation (BWF) untuk menyiarkan sejumlah perhelatan bulutangkis dunia.

"Ini berbarengan dengan prestasi atlet indonesia yang membaik ada Minions (Kevin Sanjaya/Marcus Gideon), Jojo (Jonatan Christie), Anthony Ginting, atau Praveen Jordan. Setiap kami tayangkan, rating dan share TVRI melompat," ucap Helmy.

Terkait anggaran untuk membayar hak siar Liga Premier Inggris, Helmy menuturkan, bisa menggunakan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) TVRI. Menurutnya, PNBP TVRI sangat mencukupi untuk membiayai hak siar Liga Inggris.

Helmy Yahya: Liga Indonesia Lebih Mahal dari Liga Inggris
"Apakah konyol kami dengan PNBP, tidak. PNBP TVRI itu sekitar Rp150 miliar, kami boleh ambil Rp120 miliar. Kalau hanya akan bayar Liga Inggris seharga US$2 juta atau Rp28 miliar kecil, itu pasti kami bisa bayar," terangnya.

Lebih jauh, Helmy membantah bahwa TVRI mengalami gagal bayar seperti yang dialami PT Asuransi Jiwasraya. Menurutnya, peristiwa yang dialami TVRI hanya tunda bayar dan hal tersebut wajar dalam proses bisnis.

"Kalau dianggap kami gagal bayar seperti Jiwasraya, masya Allah, sungguh dua perbandingan yang sangat berbeda. Jiwasraya itu gagal bayar, kami tunda bayar," ucap Helmy.

Sebelumnya, Dewan Pengawas (Dewas) TVRI mempermasalahkan beban anggaran program Liga Inggris senilai US$9 juta, jadi salah satu alasan memecat Helmy.

Hak siar Premier League disebut lebih murah dari Liga Inggris.Hak siar Premier League disebut lebih murah dari Liga Inggris. (AP Photo/Jon Super)
Juru Bicara Dewas TVRI Dwiheri Sulistiawan mengatakan beban anggaran tersebut menjadi masalah karena tidak sesuai dengan pernyataan Helmy yang menyatakan bahwa penayangan program Liga Inggris bersifat barter.

"Penjelasan awal Dirut menyampaikan bahwa Liga Inggris itu sistemnya adalah barter, sehingga dengan barter itu TVRI diuntungkan dengan tidak mengeluarkan sepeser pun uang," kata Dwiheri kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (27/1).

Mengetahui ketidaksesuaian janji dengan kenyataan tersebut, lanjutnya, Dewas TVRI langsung menegur Helmy dan meminta kontrak serta dokumen perjanjian program Premier League.

Menurutnya, berdasarkan dokumen yang baru diserahkan Helmy pada 5 Desember 2019 diketahui bahwa terdapat beban anggaran sebesar US$9 juta untuk kontrak hak siar selama tiga musim, mulai dari 2019 hingga 2022. (mts/jun)