Bahasa Tubuh, Cara Lain Komunikasi di Timnas Indonesia

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 18:41 WIB
Bahasa Tubuh, Cara Lain Komunikasi di Timnas Indonesia Nadeo Argawinata berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat dengan pelatih kiper, Kim Hae Won. (CNN Indonesia/ Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata, menegaskan pelatih kiper asal Korea Selatan Kim Hae Won kerap berkomunikasi menggunakan bahasa tubuh selama pemusatan latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

Komunikasi dengan bahasa tubuh kerap dilakukan untuk mengatasi kendala bahasa karena Kim Hae Won belum fasih berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Meskipun di setiap sesi latihan, asisten Shin Tae Yong selalu dibantu penerjemah saat melatih Ilija Spasojevic dan kawan-kawan.

"Meski ada translater [penerjemah bahasa], dia juga membaca bahasa tubuh kami. Dia [Kim Hae Won] bisa menyampaikan [arahannya] semaksimal mungkin. Saya rasa sangat menarik," ujar Nadeo sebelum menjalani latihan, Selasa (18/2) pagi.


Pakai Bahasa Tubuh, Cara Lain Komunikasi di Timnas IndonesiaNadeo Argawinata tampil memikat saat memperkuat Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2019. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama)
Terkait materi latihan, Nadeo mengungkapkan Kim Hae Won fokus membenahi teknik dasar dan meningkatkan fisik pemain hingga hari kelima pemusatan latihan Timnas Indonesia. Khusus penjaga gawang, latihan bahkan dimulai 30 menit awal sebelum pemain-pemain lain datang mengikuti sesi latihan.

"Jadi selama TC ini memang benar-benar digenjot fisik kami. Apalagi di penjaga gawang ya, bisa dilihat 30 menit sebelum latihan kami sudah datang lebih dahulu. Saya rasa semua pemain juga merasakan hal yang sama, merasakan fisik yang meningkat," ujar kiper Bali United tersebut.

Meski sempat terasa berat melahap menu latihan di awal pemusatan latihan, Nadeo tetap menikmati berlatih di bawah asuhan Kim Hae Won. Kiper Bali United itu yakin menu latihan teknik dasar dan fisik diberikan Kim Hae Won untuk meningkatkan kemampuan.

Pakai Bahasa Tubuh, Cara Lain Komunikasi di Timnas Indonesia
"Yang saya tahu, dia [Kim Hae Won] ingin kualitas kiper Indonesia meningkat. Itu ditunjang dengan kualitas fisik yang bagus. Enjoy saja, nikmati saja, tidak usah dipikir sebagai beban. Nikmati apa yang dikasih pelatih," ia menuturkan.

Sejauh ini, Nadeo merasa tidak ada perbedaan gaya melatih antara Kim Hae Won dan mantan pelatihnya di Borneo FC, Luizinho Passos. Pelatih kiper yang kini sudah pindah ke Persib Bandung itu merupakan sosok penting di balik performa gemilang Nadeo bersama Pesut Etam di Liga 1 2019.

"Saya rasa semua pelatih di dunia punya resep sendiri. Coach ini punya resep sendiri, Passos juga punya. Jadi semua hal positif yang saya terima di sini saya ambil manfaatnya. Jadi lokal, Korea, Brasil, punya kelebihan dan kekurangan masing-masing," terang Nadeo.

[Gambas:Video CNN]

(TTF/jal)