Uangnya saya kasih ke ibu saya. Saya kasih ke kakak juga buat ongkos sekolah dia. Saya paling cuma ambil Rp200 buat beli es untuk main bola. Pagi setelah sekolah pulang jam 10, saya jualan gorengan dahulu sampai jam 12 siang. Setelah itu langsung main bola sampai sore.
Lihat juga:FOTO: Haaland 'Mengamuk', Dortmund Tekuk PSG |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andik Vermansah pernah berkarier di Malaysia bersama Selangor FA. (Dok.Bhayangkara FC) |
Saya juga pernah jualan koran tapi sebentar. Hal yang saya suka dari jualan koran kalau ada berita-berita tentang Persebaya. Saya juga senang baca-baca berita bola lainnya seperti Roberto Carlos atau Cristiano Ronaldo.
Semua pekerjaan saya lakukan dengan senang hati. Bahkan ketika dipilih jadi ball boy (anak gawang) Persebaya, gembiranya bukan main.
Kalau jadi ball boy waktu kecil memang digilir dari SSB, selalu bergantian. Saya sempat beberapa kali jadi anak gawang. Senang sekali rasanya waktu itu karena melihat langsung dari pinggir lapangan Persebaya bermain.
Pernah bermain di luar negeri tentu melebihi impian bagi seorang Andik Vermansah. Dahulu, cita-cita saya hanya ingin jadi pesepakbola profesional dan membela Timnas Indonesia. Itu saja cukup.
Andik Vermansah mensyukuri karier sebagai pesepakbola. (AFP PHOTO / TED ALJIBE) |
Ketika melihat SUGBK sebelum bermain, saya spontan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Sempat malu juga sih dilihat rekan-rekan setim dan orang lain. Tapi tidak apa-apa karena saya saking senangnya.
Alhamdulillah, Tuhan memberikan saya melebihi dari yang saya cita-citakan. Saya selalu bersyukur atas pengalaman paling berharga itu hingga hari ini. (har)
Andik Vermansah pernah berkarier di Malaysia bersama Selangor FA. (Dok.Bhayangkara FC)
Andik Vermansah mensyukuri karier sebagai pesepakbola. (AFP PHOTO / TED ALJIBE)
Andik Vermansah kecil sempat diremehkan untuk menjadi pemain bola karena tubuh yang kecil. (CNN Indonesia/Fajrian)
Andik Vermansah musim ini memperkuat Bhayangkara FC. (Dok.Bhayangkara FC)