Bonek dan Aremania Bentrok, Khofifah Minta Maaf

CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 10:44 WIB
Bonek dan Aremania Bentrok, Khofifah Minta Maaf Bentrok terjadi antara Bonek dan Aremania di Blitar. (ANTARA FOTO/Bimbim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan keprihatinan dan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Timur, khususnya Blitar, usai bentrokan yang melibatkan Bonek dan Aremania jelang semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 di Blitar, Selasa (18/2).

Bentrokan suporter Persebaya Surabaya dan Arema FC itu mengakibatkan kerusakan sejumlah mobil dan motor serta aparat kepolisian dan suporter yang terluka.

"Pemprov Jatim dan saya pribadi merasa prihatin dan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas adanya insiden antara suporter Persebaya dan Arema yang terjadi sore kemarin di Blitar. Karena, selain menimbulkan kerusakan tentunya juga menimbulkan kerugian bagi warga sekitar," tutur Khofifah, Rabu (19/2).


Khofifah mengatakan pihaknya telah meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jatim untuk berkoordinasi dengan Bakesbangpol Kab/Kota dan mendata dampak yang terjadi di masyarakat.

Bonek dan Aremania bentrok sebelum semifinal Piala Gubernur Jatim 2020.Bonek dan Aremania bentrok sebelum semifinal Piala Gubernur Jatim 2020. (ANTARA FOTO/Bimbim)
Bakesbangpol akan mendata terjadinya kerusakan tanaman, sawah, rumah, kebun serta warung milik warga. Di samping itu jika ada yang terluka dan memerlukan perawatan maka Pemprov Jawa Timur akan menanggung biaya sepenuhnya.

Bonek dan Aremania Bentrok, Khofifah Minta Maaf
"Saya sudah meminta kepada Kepala Bakesbangpol Provinsi untuk segera mendata dampak kerugian yang ditimbulkan. Dan kami juga akan segera melakukan evaluasi untuk masa-masa yang akan datang," ucap Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada para aparat keamanan yang cepat dan sigap bertindak sehingga kerusuhan bisa segera teratasi.

[Gambas:Video CNN]
Khofifah meminta semua pihak, khususnya para suporter, bisa saling menahan diri agar tidak merugikan diri sendiri dan masyarakat. Pemprov Jatim bersama kepolisian dan TNI akan melakukan langkah-langkah strategis jelang pelaksanaan final Piala Gubernur Jatim, Kamis (20/2).

"Terhadap pelaku insiden sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Semoga semua pihak dapat membangun suasana persatuan penuh kerukunan di Jawa Timur," ucap Khofifah. (frd/har)