Gagal lolos ke Olimpiade adalah sebuah kekecewaan besar bagi seorang pemain. Fajar/Rian sudah bertanding cukup baik dalam satu tahun terakhir pada poin pengumpulan Olimpiade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan syarat maksimal sebuah negara hanya bisa mengirim dua wakil, Fajar/Rian pun harus rela tersisih meski dari kualitas mereka punya kemampuan lebih baik dari sejumlah ganda lainnya di dunia ini.
Fajar/Rian gagal lolos ke Olimpiade. (Dok. PBSI) |
Tekanan bagi Fajar/Rian makin terasa ketika Ahsan/Hendra berhasil bangkit dan kembali menjelma jadi ganda papan atas saat mereka sudah dianggap habis.
Tekanan-tekanan itu tidak akan terasa lagi bagi Fajar/Rian, setidaknya sampai beberapa bulan ke depan.
Hal itu tak lepas dari fakta bahwa Fajar/Rian tak ada lagi di jalan menuju Olimpiade, mereka pindah haluan ke jalan pembuktian.
Fajar/Rian mampu jadi salah satu ganda papan atas dunia namun masih sering inkonsisten. (dok. PBSI) |
Turnamen-turnamen ke depan bakal jadi pembuktian bahwa Fajar/Rian punya kemampuan. All England jadi ajang paling dekat untuk melihat rasa kecewa mereka berwujud jadi amarah di lapangan.
Fajar/Rian bukan jadi pemain Indonesia pertama yang menelan kegagalan lolos ke Olimpiade karena ketatnya persaingan. Pada Olimpiade 1992, Joko Suprianto gagal lolos karena kalah bersaing dengan Alan Budikusuma, Ardy B. Wiranata, dan Hermawan Susanto. Namun Joko akhirnya bangkit dan sukses memberi bukti dan menjadi juara dunia di tahun 1993.
Jalan Fajar/Rian untuk bisa menuju tangga juara terbilang terjal. Di babak pertama, Fajar/Rian berhadapan dengan Mathias Boe/Mads Conrad-Petersen. Ganda Denmark ini kaya jam terbang meski peringkatnya masih ada di posisi ke-18.
Jalur Fajar/Rian menuju semifinal juga dipenuhi ganda tangguh seperti Marcus Ellis/Chris Langridge dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.
Menilik level permainan terbaik Fajar/Rian, mereka adalah sosok ganda yang mampu mengalahkan Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, dan juga sederet ganda lainnya.
Bila kesalahan-kesalahan mendasar Fajar/Rian terutama servis bisa ditekan, Fajar/Rian bisa melaju jauh di All England, termasuk menantang Ahsan/Hendra atau Kevin/Marcus di fase akhir kejuaraan.
[Gambas:Video CNN]
Indonesia Butuh Fajar/Rian
Meski Indonesia telah menetapkan Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra sebagai wakil yang berangkat menuju Olimpiade, Indonesia masih butuh upaya maksimal Fajar/Rian hingga race to Olympics berakhir.
Dengan kehadiran Fajar/Rian di zona delapan besar, mereka setidaknya bisa menjegal potensi negara lain memiliki dua wakil di Olimpiade mendatang.
Sejauh ini baru Indonesia dan Jepang yang dipastikan memiliki dua wakil di Olimpiade mendatang. China dan Malaysia jadi negara yang tengah berusaha mendapatkan dua wakil di ajang empat tahunan tersebut.
Dengan Fajar/Rian bisa bertahan di zona delapan besar, mereka akan membantu Indonesia mengurangi persaingan dari dua negara tersebut sekaligus sedikit melapangkan jalan untuk Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra. (sry)
Fajar/Rian gagal lolos ke Olimpiade. (Dok. PBSI)
Fajar/Rian mampu jadi salah satu ganda papan atas dunia namun masih sering inkonsisten. (dok. PBSI)