Rossi Curhat Pesimistis MotoGP 2020 Dimulai Mei

CNN Indonesia | Sabtu, 21/03/2020 12:13 WIB
Rossi Curhat Pesimistis MotoGP 2020 Dimulai Mei Valentino Rossi mencatatkan waktu yang cukup baik pada masa tes pramusim 2020. (Mohd RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pebalap veteran Valentino Rossi tidak yakin MotoGP 2020 bisa dimulai Mei karena wabah virus corona masih menjadi momok di seluruh dunia.

Penyebaran COVID-19 yang masif membuat Rossi tak bisa beraktivitas bebas seperti biasa. Mantan juara dunia MotoGP itu harus menjalani keseharian di rumah karena Italia memberlakukan penutupan atau lockdown.

Dalam perbincangan di Instagram dengan rekan-rekannya, penyanyi Lorenzo Jovanotti dan aktor Rosario Fiorello, Rossi menuturkan keraguan akan balapan MotoGP musim ini.


"Secara realistis, saya pikir sangat sulit menggelar kejuaraan di Jerez [MotoGP Spanyol], Le Mans [MotoGP Prancis], dan Mugello [MotoGP Italia," ujar The Doctor dikutip dari Marca.

Rossi Curhat Pesimistis MotoGP 2020 Dimulai MeiValentino Rossi terkena dampak langsung virus corona karena Italia memberlakukan lockdown. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)
Balapan MotoGP Spanyol yang dijadwalkan berlangsung 3 Mei direncanakan menjadi pembuka MotoGP musim ini, dilanjutkan MotoGP Prancis dan MotoGP Italia yang masing-masing berjarak dua pekan.

MotoGP 2020 menghadapi situasi yang sulit lantaran virus corona. Balapan di Qatar dibatalkan, sementara MotoGP Thailand, MotoGP Amerika Serikat, dan MotoGP Argentina diundur.

Rossi Curhat Pesimistis MotoGP 2020 Dimulai Mei
Jika mengacu pada jadwal awal MotoGP 2020, akhir pekan ini seharusnya para pebalap bakal bersaing di Sirkuit Buriram menjalani balapan MotoGP Thailand.

Penyelenggara balap MotoGP, Dorna, belum mengeluarkan pernyataan resmi terkini soal awal mula balapan MotoGP 2020. CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta masih menunggu situasi kondusif untuk menggelar ajang balap motor kesohor di dunia.
Rossi Curhat Pesimistis MotoGP 2020 Dimulai Mei


"Terkait krisis virus corona yang memengaruhi seluruh dunia, balapan jelas belum bisa dilakukan karena tindakan pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah di seluruh dunia untuk menjaga kesehatan kita."

"Oleh karena itu, sekarang kita harus menyadari tanggung jawab kita dan saling mendukung dengan mengikuti batasan-batasan dan rekomendasi pihak berwenang untuk kepentingan kita semua," tulis Ezpeleta dalam rilis.

[Gambas:Video CNN]

(nva/nva)