ANALISIS

Bulan Madu MU dan Fernandes Berantakan karena Virus Corona

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 20:32 WIB
Bulan Madu MU dan Fernandes Berantakan karena Virus Corona Bruno Fernandes kini bintang baru MU. (AFP/OLI SCARFF)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manchester United harus merelakan masa-masa bulan madu dengan Bruno Fernandes terhenti karena pandemi virus corona atau Covid-19.

Sebelum kompetisi domestik di Inggris dan turnamen di Eropa berhenti sementara pada pertengahan Maret imbas penyebaran corona, MU tengah dalam performa terbaik.

Klub berjuluk Setan Merah itu tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan beruntun di semua kompetisi, dengan delapan di antaranya meraih kemenangan dan tiga kali imbang.


Kali terakhir MU menelan kekalahan saat takluk 0-2 dari Burnley di pekan ke-24 Liga Inggris, 23 Januari. Namun setelah itu, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer tersebut tidak pernah lagi kehilangan poin dan bisa melaju ke babak berikutnya.

Salah satu faktor yang membuat MU begitu impresif adalah kehadiran Bruno Fernandes yang mereka datangkan dari Sporting Lisbon pada bursa transfer Januari.

Bruno Fernandes resmi jadi pemain MU pada 29 Januari. Debutnya bersama klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut saat ditahan imbang Wolverhampton Wanderers, 1 Februari.

Pada laga pertamanya itu Fernandes gagal membawa MU menang. Ia juga tidak bisa memberikan assist, apalagi mencetak gol. Namun harapan Fernandes jadi penolong MU di musim ini mulai terlihat.

Melawan Wolves, Fernandes melepaskan lima tembakan, dengan tiga di antaranya tepat sasaran. Gelandang 25 tahun itu juga punya akurasi operan yang baik, 80 persen berdasarkan statistik Who Scored.

Bruno Fernandes kini sudah mengemas tiga gol dan memberikan empat assist untuk MU.Bruno Fernandes kini sudah mengemas tiga gol dan memberikan empat assist untuk MU. (AFP/OLI SCARFF)
Benar saja, di pertandingan resmi kedua bersama MU, Fernandes meraih kemenangan pertama usai mengalahkan Chelsea 2-0 di pekan ke-26 Premier League.

Gol Harry Maguire pada menit ke-66 yang jadi gol kedua MU dalam laga tersebut hasil umpan Bruno Fernandes dari sepak pojok.

Dalam sembilan pertandingan berikutnya MU meraih tujuh kemenangan dengan dua kali imbang di semua ajang. Di delapan pertandingan, Fernandes terlibat dalam tujuh gol yang tercipta, mencetak tiga gol dan memberikan empat assist.

Atas kreasinya di atas lapangan, Fernandes memborong tiga penghargaan individu setelah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris, terbaik versi Asosiasi Pemain Profesional, versi klub pada bulan Februari.

[Gambas:Video CNN]
Pada Derby Manchester melawan Man City, Fernandes juga seolah menunjukkan hatinya untuk Manchester Merah. Mantan pemain Fiorentina itu tidak segan berseteru dengan pelatih tim lawan Pep Guardiola.

Fernandes tidak saja memikat MU dan suporter The Red Devils dengan kualitas dan visi bermainnya, tetapi juga dengan loyalitasnya di awal-awal gabung dengan Man United.

Dengan kharisma dan kepemimpinannya, Fernandes bisa memengaruhi orang-orang di sekitarnya. Dia mirip dengan Eric Cantona ketika didatangkan MU dari Leeds United pada November 1992 yang memberikan pengaruh kepada Steve Bruce dan kawan-kawan ketika itu.

Fernandes bukan semata pengatur serangan bagi MU, tetapi dia bintang sekaligus artis baru Setan Merah. Lebih dari itu, pemain kelahiran Maia tersebut merupakan kepingan yang hilang bagi penguasa Liga Inggris.

Bulan Madu MU dan Fernandes Berantakan karena Corona
Sayangnya, 'bulan madu' MU dengan Fernandes ini harus terputus setelah dunia sepak bola terkena imbas wabah virus corona yang kini pandemi lewat pernyataan WHO.

Liga Inggris dan ajang domestik lainnya diliburkan sementara hingga 30 April. Binar-binar keceriaan suporter melihat performa Fernandes dan MU pun hilang seketika.

Kesabaran fan MU kembali diuji hingga kasus corona ini usai. Padahal, MU sudah sangat dekat dengan zona Liga Champions. MU kini hanya berjarak tiga poin dengan Chelsea yang ada di peringkat keempat klasemen.

Tak hanya Liga Inggris atau kompetisi domestik lainnya, di level kontinental seperti Liga Champions dan Liga Europa juga ditangguhkan. Bahkan, turnamen akbar selevel Piala Eropa 2020 dan Olimpiade 2020 harus mundur hingga 2021 karena Covid-19.

Bulan Madu MU dan Fernandes Berantakan karena Corona
Jeda kompetisi ini bisa berefek negatif dan positif untuk MU dan Fernandes. Chemistry yang sudah terjalin bagi Fernandes dan rekan setimnya bukan tidak mungkin perlu penyesuaian lagi dengan penangguhan ini.

Terlebih lagi, MU termasuk tim yang memberikan latihan di rumah alis tidak lagi di pemusatan latihan Carrington untuk para pemainnya. Tanpa latihan bersama, skema yang diberikan Ole Gunnar Solskjaer tentu butuh waktu untuk bisa kembali klop.

Namun keuntungannya, MU bisa menunggu bintang lainnya gelandang Paul Pogba pulih dari cedera dan bekerja sama dengan Fernandes di lini tengah Setan Merah. Pogba tidak lagi memperkuat MU sejak akhir Desember karena cedera pergelangan kaki.

Kehadiran Pogba diyakini bisa memperkuat lini tengah MU di sisa kompetisi. Kombinasi Pogba, Fernandes, dan Scott McTominay atau Nemanja Matic dipercaya kian menyolidkan skuat MU untuk meraih tiket ke Liga Champions musim depan sekaligus meraih trofi di musim ini.

Selain membidik satu tempat di empat besar pada akhir klasemen Liga Inggris, MU juga berpeluang meraih trofi di Piala FA dan Liga Europa. (jun)