Ketua BOPI, Richard Sam Bera, menyatakan hal tersebut terkait penyetopan sementara beberapa kompetisi olahraga profesional akibat merebaknya penyakit COVID-19.
Lihat juga:Pemain Persib Positif Virus Corona |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut tak pelak menimbulkan kerugian materi berbagai pihak. Mulai dari operator kompetisi, pihak sponsor, klub sampai ke pemain.
Sebelumnya, khusus untuk kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020, BOPI telah mengeluarkan imbauan kepada para klub untuk mengantisipasi adanya pemberhentian total kompetisi musim ini.
Salah satunya Richard mengimbau kepada Kementerian Keuangan untuk memberikan keringanan dari efek finansial yang mungkin muncul dari penundaan atau bahkan pembatalan liga atau event olahraga profesional sehingga mendapatkan respons dari presiden dalam memberikan paket stimulus atau kebijakan nantinya.
"Ini yang harus kita inisiasi adalah paket penyelamatan industri olahraga profesional. Karena sudah pasti ada kerugian. Kami sudah antisipasi dan kami akan minta untuk online meeting bersama Kementerian Keuangan dan Istana untuk menyelamatkan ini."
"Wabah ini pasti akan menghantam semua pihak. Oleh karena ini, kita perlu bicara untuk meredam dampaknya. Keinginan ini juga sudah kami sampaikan di Rapim (Rapat Pimpinan) di Kemenpora. Tidak ada yang bisa keluar dari permasalahan ini dengan aman. Tidak ada yang bisa menjamin ini," jelas Richard.
BOPI Ingatkan Pemain Liga 1 Tes Virus Corona
BOPI juga terus mengingatkan operator kompetisi PT. Liga Indonesia Baru (LIB) untuk segera meminta klub menggelar cek kesehatan khususnya terkait virus corona kepada para pemain.
"Jangan dibilang aman-aman saja, seperti tidak ada apa-apa. Ini risikonya sangat tinggi. Saya imbau semua klub peserta di cek, pemain pelatih staf klub juga. Secara hirarki kami akan surati ke LIB nanti," ujarnya. (ttf/nva)