Presiden Diminta Buat Paket Kebijakan Olahraga Pasca Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 28/03/2020 02:54 WIB
BOPI meminta Presiden RI Joko Widodo membuat paket kebijakan guna membantu olahraga profesional pasca terkena dampak wabah virus corona. Presiden Jokowi diminta bikin paket kebijakan olahraga setelah perang lawan corona usai. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) meminta Presiden RI Joko Widodo  membuat paket kebijakan guna membantu olahraga profesional pasca terkena dampak wabah virus corona.

Ketua BOPI, Richard Sam Bera, menyatakan hal tersebut terkait penyetopan sementara beberapa kompetisi olahraga profesional akibat merebaknya penyakit COVID-19.

"Perlu campur tangan presiden untuk mengambil paket kebijakan, seperti misalnya relaksasi yang diberikan kepada ojol (ojek online) atau UKM (Usaha Kecil Menengah). Kompetisi olahraga ini juga lintas kementerian dan lembaga, maka perlu kebijakan dari presiden," ucap Richard kepada CNNIndonesia.com, Jumat (27/3).


Saat ini kompetisi sepak bola Liga 1, Liga 2, ajang bola voli Proliga, serta gelaran bola basket Indonesian Basketball League (IBL) 2020 dipaksa berhenti sementara guna mengantisipasi penyebaran virus corona.

Kondisi tersebut tak pelak menimbulkan kerugian materi berbagai pihak. Mulai dari operator kompetisi, pihak sponsor, klub sampai ke pemain.

Richard menyebut pengambilan kebijakan itu harus cepat dan tepat. Untuk itu perlu didahului dengan komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak yang terlibat di olahraga profesional yang menjadi bagian dari industri.

Sebelumnya, khusus untuk kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020, BOPI telah mengeluarkan imbauan kepada para klub untuk mengantisipasi adanya pemberhentian total kompetisi musim ini.

Salah satunya Richard mengimbau kepada Kementerian Keuangan untuk memberikan keringanan dari efek finansial yang mungkin muncul dari penundaan atau bahkan pembatalan liga atau event olahraga profesional sehingga mendapatkan respons dari presiden dalam memberikan paket stimulus atau kebijakan nantinya.

"Ini yang harus kita inisiasi adalah paket penyelamatan industri olahraga profesional. Karena sudah pasti ada kerugian. Kami sudah antisipasi dan kami akan minta untuk online meeting bersama Kementerian Keuangan dan Istana untuk menyelamatkan ini."

"Wabah ini pasti akan menghantam semua pihak. Oleh karena ini, kita perlu bicara untuk meredam dampaknya. Keinginan ini juga sudah kami sampaikan di Rapim (Rapat Pimpinan) di Kemenpora. Tidak ada yang bisa keluar dari permasalahan ini dengan aman. Tidak ada yang bisa menjamin ini," jelas Richard.

BOPI Ingatkan Pemain Liga 1 Tes Virus Corona

BOPI juga terus mengingatkan operator kompetisi PT. Liga Indonesia Baru (LIB) untuk segera meminta klub menggelar cek kesehatan khususnya terkait virus corona kepada para pemain.

Terutama buat para pemain asing yang sempat ke luar negeri karena disebut memiliki potensi untuk menyebarkan COVID-19.

"Jangan dibilang aman-aman saja, seperti tidak ada apa-apa. Ini risikonya sangat tinggi. Saya imbau semua klub peserta di cek, pemain pelatih staf klub juga. Secara hirarki kami akan surati ke LIB nanti," ujarnya. (ttf/nva)