Evaluasi 5 Tahun Kabinet Kerja

Plus Minus Olahraga Indonesia, Emas Olimpiade Sampai Korupsi

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 11:21 WIB
Plus Minus Olahraga Indonesia, Emas Olimpiade Sampai Korupsi Indonesia dianggap sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terdapat banyak keberhasilan dan juga kegagalan yang terjadi di dunia olahraga Indonesia pada periode pertama kepemimpinan Joko Widodo sebagai Presiden RI mulai 2014 sampai 2019.

Sukses nyata olahraga Indonesia pada era Jokowi tidak langsung seketika hadir. Bendera Merah Putih yang berkibar di Olimpiade 2016 bisa disebut sebagai capaian apik olahraga Tanah Air di bawah kepemimpinan Jokowi.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mengembalikan tradisi raihan medali emas Olimpiade di Rio de Janeiro 2016 yang sempat hilang di 2012.


Kabar gembira kembalinya tradisi emas Olimpiade itu pun berlanjut ke Asian Games dan Asian Para Games 2018. Indonesia menuai sukses sebagai tuan rumah penyelenggara dengan waktu persiapan yang dianggap sangat mepet.

Plus Minus Olahraga Indonesia, Emas Olimpiade Sampai KorupsiAtlet-atlet Indonesia berhasil meraih banyak medali di Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Nova Wahyudi)
Bahkan penyelenggaraan dua ajang multi-cabang olahraga terbesar di Asia itu mendapat pengakuan dan apresiasi dari negara-negara peserta.

Dari segi prestasi, Indonesia menempati peringkat keempat Asia dengan raihan 31 medali emas, 24 perak dan 43 perunggu pada Asian Games 2018. Ini adalah rekor perolehan medali Indonesia sepanjang keikutsertaan di Asian Games. Hasil itu melesat jauh dari target yang dicanangkan pemerintah, yakni berada di posisi sepuluh besar dengan raihan 16 medali emas.

Meski hanya menargetkan berada di peringkat delapan dengan minimal 16 medali emas, target Indonesia di Asian Para Games 2018 'meleset ke atas' seperti keinginan Presiden Jokowi. Indonesia berada di posisi kelima dengan 37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu.

Plus Minus Olahraga Indonesia, Emas Olimpiade Sampai KorupsiMomen ketika atlet menerima bonus dari pemerintah atas prestasi di Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Selain sejarah baru dalam torehan medali, ada rekor baru dalam pemberian bonus. Pemerintah memberikan bonus yang setara bagi para atlet peraih medali di Asian Games dan Asian Para Games. Bonus sebesar Rp1,5 miliar diberikan kepada para peraih medali emas.

Khusus untuk peraih medali emas, pemerintah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono menyatakan akan membangunkan rumah tipe 36 dengan kisaran Rp70 juta-Rp100 juta.

Tak hanya bonus bagi atlet yang turun di ajang multicabang. Atlet yang berhasil meraih medali di ajang single event level dunia juga disetujui untuk diberikan apresiasi berupa bonus.

Untuk kali pertama mantan atlet yang pernah berjuang mempertaruhkan harga diri bangsa di level internasional, khususnya Olimpiade, juga dijanjikan untuk bisa mendapatkan pensiunan dari pemerintah. Meskipun pada kenyataannya hal itu tidak dapat berlanjut lantaran aturan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Terlepas dari prestasi Asian Games dan Asian Para Games 2018 serta banjir bonus yang diberikan, kemunduran prestasi kontingen Indonesia yang berlaga di kancah SEA Games. Dalam dua penyelenggaraan SEA Games terakhir, kontingen Indonesia benar-benar terpuruk.

Pada SEA Games 2015 Singapura, Indonesia gagal meraih target prestasi yang diharapkan finis kelima dalam daftar perolehan medali. Indonesia kembali finis di posisi kelima pada SEA Games 2017 dengan jumlah emas yang menurun dibanding dua tahun sebelumnya.

Plus Minus Olahraga Indonesia, Emas Olimpiade Sampai Korupsi
Setelah persiapan hingga bonus Asian Games 2018 benar-benar diperhatikan, SEA Games 2019 di Filipina akan menjadi ajang pembuktian kepedulian pemerintah kepada olahraga. Apakah benar-benar ingin membangkitkan lagi kejayaan di ajang olahraga internasional atau hanya lantaran faktor tak ingin malu di hadapan suporter sendiri.

Meski tak banyak diberitakan, namun persiapan menuju SEA Games ke-30 tersebut, beberapa cabang olahraga mengalami permasalahan.

Aib dunia olahraga Indonesia justru terlihat belum lama ini. Sekitar satu bulan jelang akhir periode pertama Jokowi sebagai orang nomor satu di Indonesia, ia juga harus menerima kenyataan bahwa pembantunya di sektor olahraga, Menpora Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah KONI Pusat.

Sebelum Imam, beberapa stakeholder olahraga lainnya sudah lebih dulu menjadi tersangka dalam kasus yang sama, yakni Sekjen KONI EF Hamidy dan Deputi IV Kemenpora, Mulyana.

Selain itu, Dodi Iswandi dan Anjas Rivai yang merupakan Sekjen dan Bendahara Komite Olahraga Indonesia (KOI) yang menjadi terdakwa kasus dana sosialisasi Asian Games pada 2017 silam. Keduanya resmi ditahan usai divonis hukuman empat tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan. (ttf/har)