Sukses nyata olahraga Indonesia pada era Jokowi tidak langsung seketika hadir. Bendera Merah Putih yang berkibar di Olimpiade 2016 bisa disebut sebagai capaian apik olahraga Tanah Air di bawah kepemimpinan Jokowi.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mengembalikan tradisi raihan medali emas Olimpiade di Rio de Janeiro 2016 yang sempat hilang di 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atlet-atlet Indonesia berhasil meraih banyak medali di Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Nova Wahyudi) |
Meski hanya menargetkan berada di peringkat delapan dengan minimal 16 medali emas, target Indonesia di Asian Para Games 2018 'meleset ke atas' seperti keinginan Presiden Jokowi. Indonesia berada di posisi kelima dengan 37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu.
Khusus untuk peraih medali emas, pemerintah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono menyatakan akan membangunkan rumah tipe 36 dengan kisaran Rp70 juta-Rp100 juta.
Tak hanya bonus bagi atlet yang turun di ajang multicabang. Atlet yang berhasil meraih medali di ajang single event level dunia juga disetujui untuk diberikan apresiasi berupa bonus.
Untuk kali pertama mantan atlet yang pernah berjuang mempertaruhkan harga diri bangsa di level internasional, khususnya Olimpiade, juga dijanjikan untuk bisa mendapatkan pensiunan dari pemerintah. Meskipun pada kenyataannya hal itu tidak dapat berlanjut lantaran aturan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
Terlepas dari prestasi Asian Games dan Asian Para Games 2018 serta banjir bonus yang diberikan, kemunduran prestasi kontingen Indonesia yang berlaga di kancah SEA Games. Dalam dua penyelenggaraan SEA Games terakhir, kontingen Indonesia benar-benar terpuruk.
Pada SEA Games 2015 Singapura, Indonesia gagal meraih target prestasi yang diharapkan finis kelima dalam daftar perolehan medali. Indonesia kembali finis di posisi kelima pada SEA Games 2017 dengan jumlah emas yang menurun dibanding dua tahun sebelumnya.
Meski tak banyak diberitakan, namun persiapan menuju SEA Games ke-30 tersebut, beberapa cabang olahraga mengalami permasalahan.
Aib dunia olahraga Indonesia justru terlihat belum lama ini. Sekitar satu bulan jelang akhir periode pertama Jokowi sebagai orang nomor satu di Indonesia, ia juga harus menerima kenyataan bahwa pembantunya di sektor olahraga, Menpora Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah KONI Pusat.
Sebelum Imam, beberapa stakeholder olahraga lainnya sudah lebih dulu menjadi tersangka dalam kasus yang sama, yakni Sekjen KONI EF Hamidy dan Deputi IV Kemenpora, Mulyana.
Selain itu, Dodi Iswandi dan Anjas Rivai yang merupakan Sekjen dan Bendahara Komite Olahraga Indonesia (KOI) yang menjadi terdakwa kasus dana sosialisasi Asian Games pada 2017 silam. Keduanya resmi ditahan usai divonis hukuman empat tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan. (ttf/har)
Atlet-atlet Indonesia berhasil meraih banyak medali di Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Nova Wahyudi)