Pesepak Bola Malaysia Tolak Potong Gaji karena Virus Corona

CNN Indonesia | Minggu, 29/03/2020 11:16 WIB
Pesepak Bola Malaysia Tolak Potong Gaji karena Virus Corona Ilustrasi sepak bola. (SplitShire/Daniel Nanescu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Pesepak Bola Profesional Malaysia (PFAM) menolak wacana pemotongan gaji setelah Liga Malaysia ditunda akibat pandemi corona.

Penghentian kompetisi sepak bola Malaysia mencakup Malaysia Super League, Malaysia Premier League, kompetisi amatir yang dikelola Amateur Football League, Piala Presiden, hingga Piala Belia. Seluruh kompetisi ini dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

PFAM menyatakan kontrak antara pemain dan klub harus tetap dihormati meski kompetisi tengah terhenti. Hal ini mengacu kebutuhan hidup yang meningkat di tengah pandemi corona.


"Harus diingat tidak semua pemain mendapatkan gaji besar dan pendapatan mereka sangat penting saat ini," bunyi pernyataan PFAM dilansir Fox Sport.

Pesepak Bola Malaysia Tolak Potong Gaji karena Virus Corona
"Beberapa [pemain] harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk mengurus rumah tangga mereka. Ada juga yang harus membantu anggota keluarga yang tidak berpenghasilan dengan adanya pembatasan untuk bepergian."

Pernyataan ini dikeluarkan oleh Presiden PFAM, Safee Sali bersama para anggota seperti Shahrul Saad, Farizal Marlias, Shahrom Kalam, Razman Roslan, hingga Kahirul Fahmi Che Mat.

Pihak PFAM memberikan respons terkait permohonan Asosiasi Sepak Bola Malaysia untuk menggelar diskusi membahas gaji pesepak bola profesional selama penundaan kompetisi akibat Covid-19.

Pesepak Bola Malaysia Tolak Potong Gaji karena Virus Corona
Sebelumnya beberapa klub di Malaysia seperti Kelantan FA dan Penang FA dilaporkan ingin mengadakan pembicaraan dengan pemain untuk melakukan pemotongan gaji selama kompetisi ditangguhkan.

Di Indonesia, PSSI membolehkan klub untuk mengubah kontrak kerja dengan pemain dan staf tim akibat pandemi corona. Klub-klub diperbolehkan hanya membayar 25 persen gaji selama bulan Maret hingga Juni 2020.

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sendiri ditunda sampai 29 Mei 2020. Jika hingga tenggat tersebut pemerintah memperpanjang status darurat bencana maka Liga 1 dan Liga 2 musim ini akan dihentikan.

[Gambas:Video CNN]

(jal/jal)