Dilansir dari AFP, tekanan amat besar dialami para atlet di dunia karena mereka terbiasa dengan gaya hidup yang sangat aktif. Kini, mereka juga harus menjalani isolasi mandiri mengurung diri di rumah masing-masing.
Lihat juga:Isyarat Khabib vs Ferguson di UFC 249 Batal |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Staf Medis Tenis Australia, Carolyn Broderick, mengatakan SARS dan flu babi saja sudah membawa dampak jangka panjang bagi para atlet. Kebanyakan dari mereka jadi mengalami cemas, obsesif dalam mencuci tangan, dan ketakutan berdekatan dengan orang-orang.
Olimpiade 2020 di Tokyo ditunda dan semakin membuat para atlet tertekan. (AFP/MLADEN ANTONOV) |
Serena Williams misalnya, dia mengaku semakin tertekan dengan situasi tersebut. Petenis 38 tahun itu mengatakan aturan social distancing atau menjaga jarak interaksi membuatnya begitu stres.
Para atlet kini terpaksa berhenti beraktivitas seperti yang biasa mereka lakukan secara rutin sebagai olahragawan. Terlebih bagi para atlet Olimpiade. Setelah Olimpiade 2020 di Tokyo ditunda tahun depan, tekanannya semakin besar.
"Saya berbohong jika saya katakan bahwa saya baik-baik saja. Sama seperti orang-orang, saya sangat menderita," terang atlet angkat besi Olimpiade asal Amerika Serikat, Kate Nye, kepada WOODTV.com dikutip dari AFP.
"Masalah kesehatan mental, kami bicara soal ini di sambungan bersama. Khususnya bagi para staf dan pemain yang berada sendiri di rumah. Kami harus tetap mengawasi orang-orang dekat agar mereka baik-baik saja," kata Lunger.
Broderick menjelaskan, efek isolasi diri bisa berdampak sangat buruk bagi para atlet.
"Mereka tidak tahu ke depannya akan seperti apa dan seberapa lama harus karantina dan isolasi," ujar Broderick dikutip dari AFP.
Stres, lanjut Broderick, bahkan bisa mengarahkan mereka pada perilaku penyalahgunaan seperti obat-obatan dan alkohol.
"Ada kecemasan. Mungkin para atlet level atas bisa mengatasi masalah kehilangan pendapatan, tapi banyak atlet lain yang sangat rentan," terang Broderick.
"Jika Anda banyak kehilangan aktivitas selama beberapa bulan, maka banyak pula kehilangan pemasukan." (bac/sry)
Olimpiade 2020 di Tokyo ditunda dan semakin membuat para atlet tertekan. (AFP/MLADEN ANTONOV)