Lockdown Corona, Pemain Australia Absen di Pemakaman Ayah

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 14:09 WIB
Gelandang timnas Australia, Mustafa Amini tidak bisa menghadiri pemakaman ayahnya yang meninggal dunia pada Senin (30/3) lalu. Ilustrasi sepak bola. (Istockphoto/TuiPhotoengineer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelandang timnas Australia, Mustafa Amini, harus menerima kenyataan pahit akibat pandemi virus corona. Amini tidak bisa menghadiri pemakaman ayahnya yang meninggal dunia pada Senin (30/3) lalu.

Amini tidak bisa pulang ke Australia dan harus tetap berada di Aarhus, Denmark. Pemain AGF Aarhus itu terkendala lockdown yang diterapkan Pemerintah Denmark untuk mencegah penyebaran virus corona.

Denmark merupakan salah satu negara yang langsung menutup akses masuk ke negara mereka. Warga yang tiba di Denmark sebelum lockdown juga diminta untuk mengisolasi diri selama dua pekan.


Hal ini membuat Amini tidak bisa pulang Sydney, Australia. Ia harus menerima kenyataan berduka dengan hanya ditemani sang istri Natalie dan anak perempuannya, Vienna, yang baru berusia tiga pekan.

Imbas Corona, Pemain Australia Tak Bisa Hadiri Pemakaman Ayah
Situasi yang dihadapi Amini sama dengan yang dialami mantan pelatih Adelaide United, Aurelio Vidmar, dua pekan lalu. Vidmar yang melatih klub Singapura Lion City Sailors, tidak bisa hadir di pemakaman ibundanya karena Singapura memberlakukan lockdown.

Amini seperti dilansir The World Game sempat diwawancara terkait masa karantina yang terjadi di Denmark. Pemain berusia 26 itu mengaku merasakan dampak positif selama masa isolasi tersebut.

Imbas Corona, Pemain Australia Tak Bisa Hadiri Pemakaman Ayah
"Sisi positifnya saya punya banyak waktu bersama putri saya, karena saya banyak berada di rumah dan tidak berlatih dengan rekan setim. Saya punya lebih banyak waktu melihat dia tumbuh," ujar Amini.

Kontrak Amini sendiri di AGF Aarhus akan berakhir pada akhir musim ini. Sejauh ini, ia belum tahu akan bermain di mana musim depan karena situasi yang tidak menentu akibat Covid-19.

"Saya mungkin bertahan dan mungkin juga tidak. Ini masa-masa yang berat karena ada beberapa klub yang bangkrut dan pemain harus menerima kenyataan gaji mereka dipotong," ucapnya.

"Saya hanya mencoba tetap positif. Kami masih tetap dibayar di sini, dan itu bagus."

[Gambas:Video CNN]

(jal/jun)