Analisis

Senja yang Muram untuk Valentino Rossi dan MotoGP

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 18:50 WIB
Senja yang Muram untuk Valentino Rossi dan MotoGP Valentino Rossi belum memutuskan kelanjutan kariernya di MotoGP. (AFP PHOTO / TIZIANA FABI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Membayangkan MotoGP 2020 adalah membayangkan lambaian tangan penuh hormat pada Valentino Rossi di akhir balapan. Namun yang kemudian terjadi adalah suasana sepi tak pasti karena pandemi corona menjangkiti bumi.

Rossi telah menegaskan bahwa dirinya bakal membuat keputusan penting tentang kariernya di MotoGP 2020. Bila Rossi merasa masih kompetitif, Rossi bakal melanjutkan perjalanan karier di musim depan, meskipun itu tidak lagi di tim pabrikan Yamaha.

Jika Rossi merasa tidak lagi bisa tampil kompetitif, Rossi bakal menutup tirai karier dan sisa perjalanan di MotoGP 2020 bakal berlangsung khidmat bagi seluruh elemen, baik itu pesaing Rossi maupun para pendukungnya, di tiap seri balapan.


Rossi menatap balapan MotoGP 2020 dengan penuh optimisme. Kehadiran Jorge Lorenzo sebagai pebalap tes meningkatkan performa Yamaha dalam sesi pramusim. Rossi pun merasa Yamaha tahun ini bisa lebih kompetitif dibandingkan tahun lalu.
Senja yang Tak Indah untuk Valentino Rossi dan MotoGPValentino Rossi punya perjalanan panjang sejak 1996. (CNN Indonesia/Dika Kardi)
Terlepas dari kemampuan Rossi untuk terlibat dalam persaingan juara musim ini, karier Rossi sendiri adalah sebuah hal yang patut dirayakan. Melihat Rossi masih ada di lintasan merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri.

Rossi adalah sosok luar biasa di dunia MotoGP. Karisma Rossi turut mengangkat level MotoGP di dunia olahraga. Setelah Mick Doohan pensiun, MotoGP ternyata tidak perlu pusing untuk mencari ikon baru.

Rossi langsung menjelma jadi pahlawan dan bintang baru. Dia adalah protagonis di MotoGP era 2000-an.

Meski Rossi tidak lagi mampu tampil menggigit di era 2010-an, Rossi tidak pernah kehilangan penggemar setianya. Warna kuning selalu nyaris mendominasi balapan tiap seri. Dalam beberapa tahun terakhir, hanya warna merah Marc Marquez yang mulai terlihat mengganggu warna kuning milik Rossi.

Melihat Rossi saat ini bukan lagi berharap Rossi bisa jadi juara dunia, meskipun keinginan itu selalu terpendam di hati, melainkan ingin menikmati momen-momen terakhir sebelum Rossi menyudahi karier di lintasan.

Karena itu seharusnya seri-seri musim ini bakal jadi seri yang penuh kenangan. Seri yang bakal dipadati oleh banyak orang karena mereka tak mau melewatkan musim yang bisa jadi musim terakhir The Doctor.
Senja yang Tak Indah untuk Valentino Rossi dan MotoGPValentino Rossi sejatinya bakal memutuskan masa depan di MotoGP 2020. (AFP PHOTO / JOE KLAMAR)
Namun dengan pandemi corona, kelangsungan musim MotoGP 2020 berada dalam ancaman. Sejauh ini sudah ada delapan seri yang ditunda, diubah jadwal dan dibatalkan demi pembatasan penyebaran virus corona.

Menanti Langkah Rossi

Saat ini MotoGP sudah harus menunda gelaran balapan hingga awal Juni, tepatnya hingga MotoGP Catalunya. Jadwal lain yang dalam pantauan adalah MotoGP Jerman yang berlangsung pada 21 Juni.

Melihat dampak global akibat pandemi Corona, Dorna dan MotoGP harus mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan menentukan start awal MotoGP 2020.

Situasi krisis akibat pandemi corona ini adalah situasi yang belum pernah dihadapi oleh mayoritas orang-orang yang hidup di era saat ini. Situasi ini berbeda dengan situasi bencana alam yang bisa diprediski waktu pemulihan dan segalanya hingga situasi kembali berjalan normal.

Senja yang Muram untuk Valentino Rossi dan MotoGP
Ajang-ajang yang dijadwalkan berlangsung pada paruh akhir tahun 2020 sendiri sudah lebih dulu merevisi jadwal seperti Piala Eropa 2020 dan Olimpiade 2020.

Ada beberapa tahap yang harus ditunggu untuk dilewati sebelum MotoGP bisa digelar kembali. Pertama tentu memastikan pandemi corona berakhir. Grafik korban yang menurun hingga angka kasus baru yang mencapai nol adalah salah satu indikasi bagus untuk hal itu.

Namun setelah itu, tiap ajang olahraga juga harus bersiap menghadapi tindakan pengawasan yang masih berlaku seperti larangan masuk-keluar ke sebuah negara yang bakal tetap ketat sebagai antisipasi setelah pandemi corona ini berlalu.
Senja yang Tak Indah untuk Valentino Rossi dan MotoGPMotoGP bakal mengalami kehilangan besar usai Valentino Rossi pensiun. (AFP PHOTO / Oli SCARFF)
Karena itu MotoGP masih harus menunggu izin dari pihak-pihak berwenang. Dorna bahkan sudah bersedia untuk menyelenggarakan balapan yang tidak ideal seperti biasa, yaitu tanpa penonton. Selain itu, Dorna juga sudah mengikhlaskan bahwa balapan musim ini bahkan bisa tetap sah jika hanya berlangsung selama 10 seri. Hal itu lebih rendah dari syarat minimal 13 seri dalam satu musim.

Semua langkah itu bakal dilakukan demi menyelamatkan MotoGP 2020 sekaligus menggerakan roda ekonomi tiap tim.

Sikap Rossi juga patut dinanti. MotoGP 2020 masih mungkin berlangsung namun sudah pasti tidak bakal ideal seperti musim yang normal.

Momen Rossi mengambil keputusan tentang kariernya pun tak bakal sakral seperti seharusnya.

Bila Rossi memutuskan MotoGP 2020 adalah musim terakhirnya, Rossi hanya punya sedikit kesempatan untuk mengucapkan salam perpisahan, pun begitu halnya dengan pendukungnya.

Keputusan Rossi untuk menunda pernyataan pensiun bakal lebih sulit karena ia sudah pasti tak bisa memperkuat pabrikan Yamaha di MotoGP 2021. Jika Rossi hadir di MotoGP 2021, otomatis hal itu sudah memastikan kelanjutan karier Rossi dengan tim lain.
Senja yang Tak Indah untuk Valentino Rossi dan MotoGPValentino Rossi bakal sulit memutuskan masa depan. (AFP PHOTO / Michal Cizek)
Masih ada pengecualian yang bisa menguntungkan Rossi yaitu bila Dorna mengizinkan Rossi tetap di pabrikan Yamaha meski ada kehadiran Maverick Vinales dan Fabio Quartararo di tim itu tahun depan.

Dengan demikian masih ada harapan bisa menyaksikan Rossi tampil dalam satu musim penuh yang kompetitif sebelum mengucapkan salam perpisahan.

Satu hal yang jelas, saat ini bukan cara terindah menikmati senja bagi Valentino Rossi dan penggemar MotoGP. (har)

[Gambas:Video CNN]