PBSI Gelar Latihan Intensif Usai Lebaran

CNN Indonesia | Jumat, 10/04/2020 04:00 WIB
PBSI Gelar Latihan Intensif Usai Lebaran Susy Susanti. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
Jakarta, CNN Indonesia -- PP PBSI akan kembali menggelar latihan intensif bagi atlet-atlet Pelatnas Cipayung usai lebaran mendatang.

Saat ini PBSI intensitas latihan di Pelatnas Cipayung dikurangi lantaran dalam masa karantina tertutup akibat pandemi virus corona.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti, latihan pada masa ini hanya untuk menjaga kebugaran dan akurasi atlet.


Pelatnas Cipayung baru akan mulai menerapkan program latihan intensif pada 2 Juni mendatang atau usai hari raya Idul Fitri.

Setelah lebaran nanti latihan akan kembali normal karena dalam persiapan ke sejumlah turnamen, dengan catatan ajang-ajang tersebut sudah bisa berjalan pada Agustus mendatang.

PBSI Gelar Latihan Intensif Usai Lebaran
"Porsi latihannya sekitar 40-50 persen saja, yang terpenting saat ini menjaga kesehatan atlet, jadi menyesuaikan dengan kondisi atlet, program sesuai arahan pelatih masing-masing sektor," ujar Susy kepada Badmintonindonesia.org dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

"Program latihan normal akan berjalan setelah lebaran, semoga situasinya juga sudah normal kembali," ucap Susy menambahkan.

[Gambas:Video CNN]
Peraih medali emas tunggal putri di Olimpiade 1992 Barcelona ini juga mengimbau para atlet untuk disiplin menjaga performa mereka, terutama atlet-atlet muda agar 'feel' permainan mereka tidak hilang.

"Atlet muda memang harus tetap latihan stroke dan akurasi, karena di bagian ini mereka masih belum matang, sehingga mereka harus lebih konsisten latihan, agar feel akurasi dan pukulannya tidak hilang setelah lama absen turnamen dan latihan intensif," tutur Susy.

PBSI Gelar Latihan Intensif Usai Lebaran
Susy menjelaskan, wabah Covid-19 membuat PBSI mengatur ulang program dengan seefektif dan seefisien mungkin untuk para atlet, terutama mereka yang diprioritaskan menuju Olimpiade.

"Perubahan jadwal Olimpiade tentu ada dampaknya buat atlet, mereka harus mempersiapkan diri lebih lama, kondisi tubuh harus dijaga, performa nanti ditingkatkan lagi dan diatur ulang sehingga puncaknya bisa dicapai di Olimpiade," kata Susy.

Sampai saat ini, internal PBSI masih berdiskusi tentang program persiapan menuju Olimpiade 2020 yang akan digelar pada 2021 mendatang. Termasuk juga program-program untuk para atlet usai krisis virus corona ini. (sry/jun)

[Gambas:Video CNN]