Pada pekan ke-35 Liga Inggris musim 1995/1996, MU bertandang ke markas Southampton di Stadion Del, 13 April 1996.
Sebelum pertandingan itu tim asuhan Alex Ferguson tersebut berada di puncak klasemen sementara dengan 76 poin, unggul lima angka atas Newcastle United.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
"Cepat lepaskan kostum itu! Kalian harus ganti baju itu," adalah kata-kata pertama yang diucapkan Alex Ferguson kepada timnya di babak pertama, 24 tahun lalu dikutip dari Sport Bible.
Selain mengganti kostum warna abu-abu dengan kaus tandang garis-garis biru-putih, Ferguson juga memberikan hairdryer treatment kepada pemainnya.
Alex Ferguson didenda karena memerintahkan pemainnya ganti kostum secara ilegal. (AFP PHOTO/GLYN KIRK) |
"Dia [Ferguson] benci kostum itu. Tapi ada ilmu di baliknya," ucap Gary Neville.
Ilmu yang dimaksud Neville adalah, kostum abu-abu lebih sulit dilihat dibandingkan dengan warna cerah yang bisa langsung dikenali mata.
[Gambas:Video CNN]
Meski demikian seusai pertandingan justru Ferguson yang mengklaim para pemainnya tidak menyukai kostum warna abu-abu.
"Mereka mengatakan sulit melihat rekan satu tim dari kejauhan ketika mengangkat kepala. Itu tidak ada hubungannya dengan takhayul," kata Ferguson.
Komentar Ferguson juga ada benarnya. Kekalahan dari Southampton membuat MU gagal menang untuk kali kelima dengan kostum abu-abu di musim 1995/1996 (4 kalah, 1 imbang).
Sejak itu kostum tandang warna abu-abu tersebut tidak pernah terlihat lagi. Umbro sebagai pemilik apparel menjual murah kostum tersebut dengan harga 10 poundsterling untuk meredakan amarah suporter.
Ferguson sendiri dikenai sanksi 10 ribu poundsterling karena memerintahkan penggantian kostum di tengah pertandingan.
Lihat juga:MU Jangan Blunder Beli Kane |
Kekalahan dari Southampton menempatkan Newcastle hanya berjarak dua poin di belakang MU. Namun MU bangkit di laga-laga berikutnya dan memenangi tiga pertandingan terakhir untuk juara di musim tersebut. (sry/har)
Alex Ferguson didenda karena memerintahkan pemainnya ganti kostum secara ilegal. (AFP PHOTO/GLYN KIRK)