Jokowi mengambil keputusan untuk menunda PON 2020 Papua dan diundur ke Oktober 2020. Keputusan itu diambil Presiden usai melakukan Rapat Terbatas (Ratas) dengan sejumlah menteri terkait pada Kamis (24/4) pagi.
Lihat juga:PON 2020 Papua Jadi Pertama yang Ditunda |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahan-bahan sekarang ini kurang tersedia. Pendistribusian bahan-bahan yang didatangkan dari luar Papua juga terhambat, sebagaimana kita tahu Provinsi Papua memberlakukan penutupan," ucap Menpora.
Pembangunan venue PON 2020 Papua terhambat. (ANTARA FOTO/Gusti Tanati) |
"Dengan situasi pandemi ini, maka tentu pengadaan peralatan kami mengalami kesulitan. Negara-negara produsen yang tadinya diharapkan mensuplai peralatan olahraga yang akan digunakan, ternyata juga mengalami kondisi yang sama," ujar Menpora.
"Sehingga mereka juga dalam produksinya terkendala. Belum lagi kalau kita bicara distribusi, pengiriman dan berbagai hal yang juga menyangkut itu," sambungnya.
"Seluruh pelatihan yang terpusat di daerah-daerah terhenti dan sekarang ini mereka melakukan latihan secara mandiri, tentu hanya untuk menjaga kebugaran saja. Untuk prestasi yang maksimal tidak bisa kita harapkan," ujar Menpora.
[Gambas:Video CNN]
"Padahal kita tahu persis tujuan dari PON adalah puncak prestasi olahraga di tingkat nasional. Ini tidak akan tercapai, apalagi kalau kita bicara cabang olahraga tim, maka kerja sama tim tidak bisa dilatih hanya dalam waktu satu-dua hari," ucap Menpora.
Terakhir Zainudin juga memastikan pihak Pemerintah Provinsi Papua menyambut baik keputusan Presiden Jokowi yang menunda PON 2020.
Pembangunan venue PON 2020 Papua terhambat. (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)